Kemenag Lebak optimalkan pelayanan haji di saat pandemi COVID-19

Kementerian Agama Kabupaten Lebak mengoptimalkan pelayanan haji saat pandemi COVID-19

infobanten.id | Kementerian Agama Kabupaten Lebak mengoptimalkan pelayanan haji saat pandemi COVID-19 dengan melibatkan dua petugas, meskipun Surat Edaran Menpan RB Nomor 50 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) diperpanjang bekerja di rumah hingga 13 Mei mendatang.

“Kami tetap memberikan pelayanan haji dengan baik di tengah pandemi COVID-19 itu,” kata Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Humaedi Hakim di Lebak, Sabtu.

Kemenag Lebak memberlakukan jadwal piket sehubungan bekerja di rumah diperpanjang, sehingga pelayanan tetap berjalan dengan baik termasuk daftar haji.

Berdasarkan data daftar haji Kabupaten Lebak melalui sistem komputerisasi terpadu tercatat 14.600 jamaah dan mereka menunggu keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah selama 20 tahun.

Penyebab panjangnya antrean tersebut, kata dia, akibat terbatasnya kuota untuk Kabupaten Lebak sekitar 700 orang/tahun yang diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah.

Karena itu, Kemenag Lebak mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran untuk melaksanakan ibadah haji bagi warga yang mampu secara ekonomi.

“Jika mereka sudah mampu ekonomi maka segera mendaftar haji sehingga dapat mempercepat daftar tunggu berangkat ke Mekkah,” ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, saat ini, jumlah calon haji Kabupaten Lebak tahun 2020 tercatat 644 jamaah, namun yang belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 67 jamaah.

Dengan demikian, mereka calon jamaah haji yang belum melunasi BPIH itu diberikan waktu pelunasan sampai tanggal 30 April 2020 sesuai keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama.

“Kami berharap sebanyak 67 jamaah reguler itu segera melunasi BPIH tepat waktu sampai tanggal 30 April 2020,” katanya menjelaskan.

Ia juga mengatakan, Kemenag Lebak kini telah mempersiapkan haji tahun 2020 sesuai arahan Ditjen PHU Kemenag dengan melakukan pembuatan paspor juga penyuntikan vaksin meningitis yang dilakukan di puskesmas tingkat kecamatan.

Saat ini, kata dia, jumlah pembuatan paspor hanya 15 persen lagi, vaksin meningitis yang sudah direalisasikan sebanyak 420 jamaah dan jamaah yang belum melunasi BPIH tercatat 67 jamaah.

Persiapan haji itu, kata dia, pihaknya tengah mengevaluasi baik pembuatan paspor, pelunasan hingga pemberian vaksin. “Kami berkomitmen ingin memberikan pelayanan tamu-tamu Allah dengan baik ,” katanya. (*)