Diskominfosatik Kabupaten Serang Siap Gelar Bug Bounty Program

Rapat persiapan pelatihan Bug Bounty Program Tahap II di Aula KH Syam’un Setda Kabupaten Serang pada Senin.

infobanten.id | Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan Bug Bounty Program (mencari celah kerentanan pada website) tahap kedua yang diikuti para mahasiswa dari berbagai universitas dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para hacker, 1 hingga 3 September 2021 mendatang. 

“Persiapan saat ini untuk memaparkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, agar dapat diikuti dengan baik oleh peserta maupun panitia dan juga untuk menjalin tali silaturahmi antar peserta dan panitia,” ujar Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya usai membuka rapat persiapan pelatihan Bug Bounty Program Tahap II di Aula KH Syam’un Setda Kabupaten Serang pada Senin.

Hadir pada rapat tersebut, Plt Sekretaris dan juga Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publik, Hartono, Kabid Persandian dan Statistik, Shinta Asfilian Harjani, dan puluhan dosen serta mahasiswa dari Untirta, Unbaja, Unsera, dan AMIK.

“Karena program ini akan melibatkan SDM di Diskominfosatik dan unsur dari mahasiswa serta lembaga lainnya, yang akan membentuk tim dalam mencari celah kerentanan yang ada pada suatu website,” sambung Anas.

Mantan Camat Cinangka ini menjelaskan, tujuan akan dilaksanakanya Bug Bounty Program tahap II untuk meningkatkan kemampuan para hacker, dan memberikan bekal aturan-aturan yang tidak boleh di langgar. 

“Di sisi lain untuk mencari kerentanan yang ada pada suatu website di lingkungan Pemkab Serang. Sehingga, keamanan informasi yang ada dapat terjaga dengan baik,” terang Anas.

Kabid Persandian dan Statistik Diskominfosatik Kabupaten Serang, Shinta Asfilian Harjani menambahkan, pelatihan Bug Bounty Program tahap II akan di ikuti masing-masing lima  mahasiswa untuk setiap universitas, diantaranya Untirta, Unsera, Unbaja dan AMIK. 

Diharapkan lanjut Shinta, digelarnya Bug Bounty Program dapat mewujudkan tata kelola sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang aman pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Disamping itu, menciptakan wadah yang positif untuk aktifitas hacking.

Dalam upaya melindungi sebuah informasi, kata Shinta dibutuhkan keamanan informasi baik secara fisik dan logik. Keamanan fisik berupa keamanan infrastruktur yang mengoperasikan pertukaran informasi tersebut seperti tempat komunikasi, tempat penyimpanan informasi, alat komunikasi yang mentransmisikan informasi, serta perangkat pendukungnya.

“Sementara untuk keamanan logik berupa keamanan dalam bentuk digital yang mencakup password, sertifikat elektronik, akses login, otentikasi, dan tingkat otoritas yang dapat mengakses sebuah informasi,” paparnya.

Perpaduan keamanan informasi secara logik dan fisik, sambung Shinta, tentunya perlu diatur dengan tata kelola keamanan informasi. Sehingga diperlukan kebijakan dari organisasi agar suatu keamanan informasi dapat berjalan dengan baik dan lancar serta terjaga keamanannya.

“Sinergi dalam suatu keamanan informasi sangatlah diperlukan, karena itu Pemkab Serang memandang perlu untuk mengajak pihak yang berkaitan dan dunia pendidikan untuk ikut berpartisipasi dalam menerapkan sistem keamanan informasi yang handal,” tuturnya.