12 Kecamatan di Lebak Endemik Penyebaran DBD

Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dinyatakan sebagai wilayah endemik penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

infobanten.id | Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dinyatakan sebagai wilayah endemik penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Kami minta warga mewaspadai penyebaran penyakit itu sehubungan curah hujan cenderung meningkat,” kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Firman Rahmutallah di Lebak, Senin.

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan tindakan preventif agar penyebaran penyakit mematikan yang di 12 kecamatan sebagai endemik DBD tidak menularkan masyarakat setempat.

Ke-12 kecamatan endemik DBD itu antara lain Warunggunung, Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Bayah, Sajira, Cipanas, Wanasalam, Malingping, Banjarsari, Leuwidamar dan Muncang.

Populasi nyamuk DBD tersebut berkembangbiak pada genangan-genangan air akibat buruknya kebersihan lingkungan di masyarakat itu.

“Kami menerima laporan warga yang positif DBD mencapai 70 orang dan di antaranya empat orang dilaporkan meninggal dunia,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, penyebaran penularan DBD di Kabupaten Lebak tahun 2020 merupakan siklus lima tahunan karena jumlah penderitanya cukup banyak.

Selain itu juga sejak awal tahun 2020 sampai Desember curah hujan cukup tinggi dan kebanyakan warga yang terserang DBD tinggal di permukiman padat penduduk.

Kendati demikian, pihaknya juga terus mengoptimalkan pencegahan dengan tak henti-hentinya menyosialisasikan edukasi bahaya penyakit DBD agar tidak menimbulkan kasus kejadian luar biasa (KLB).

Biasanya, penyebaran DBD itu akibat lingkungan buruk sehingga berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegefty sebagai pembawa virus DBD.

Untuk mencegah DBD itu, kata dia, masyarakat harus berperan aktif untuk melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan dan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Selain itu juga, pemberian abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk DBD.

Selama ini, ujar dia, tindakan pengasapan atau fogging dinilai belum efektif untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.

“Kami minta warga dapat mengoptimalkan PSN, karena dapat mematikan jentik-jentik nyamuk, sehingga mampu memutuskan mata rantai penyebaran penyakit yang bisa mematikan itu,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Cibadak H Uun mengatakan saat ini di wilayahnya yang positif terjangkit DBD bisa dihitung jari dan mereka cepat ditangani tenaga medis, sehingga kondisi kesehatanya cukup membaik.

Namun demikian, pihaknya terus melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan ke pemukiman penduduk guna mencegah kasus penyakit menular.

“Kami minta warga agar budayakan gotong royong untuk melakukan PSN dengan 3 M untuk memutus mata rantai penyebaran DBD itu,” katanya. (*)