20 Ton Bantuan Medis Dari China Tiba Di Bandara Soetta

Sebanyak 20 ton bantuan alat kesehatan, alat pelindung diri (APD) dari para investor asal China tiba di Indonesia.

infobanten.id | Sebanyak 20 ton bantuan alat kesehatan, alat pelindung diri (APD) dari para investor asal China tiba di Indonesia.

Bantuan diangkut dari Bandara Pundong, Shanghai pada Kamis (26/03/2020) sekira pukul 19.15 waktu setempat dan tiba di Indonesia pada Jumat (27/03/2020) sekira pukul 01.40 WIB.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono mengatakan, bantuan tersebut dikirim untuk membantu Indonesia dalam menangani wabah virus corona atau Covid-19.

Bantuan tersebut pun mayoritas merupakan bantuan alat pelindung diri, seperti baju, kacamata, masker N95, serta sepatu. Sedangkan, sisanya merupakan alat tes corona yakni, swab kit.

“Alat-alat ini merupakan hasil koordinasi dari setiap kementerian di Indonesia dengan perusahaan asal Tiongkok yang berinvestasi pada bidang hilirisasi nikel di Indonesia. Dan alat-alat yang datang ini sangat kita butuhkan untuk membantu para tenaga medis yang bekerja dilapangan,” katanya di Terminal Kargo 530 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Bantuan ini, lanjut Agung, diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777. Nantinya, bantuan ini akan diletakkan sementara di Gudang BNPB untuk dilakukan Pencatatan administrasi sebelum didistribusikan ke seluruh provinsi.

“Nanti akan kita lakukan dulu pencatatan adminitrasi sebelum dikirimkan ke setiap Provinsi sesuai dengan skala prioritas yang sudah kita buat,” ujarnya.

Dalam pendistribusiannya, pihaknya pun telah menyiapkan pesawat hingga tidak ada keraguan bahwa barang-barang yang diterima ini akan langsung diberikan ke daerah, mengingat APD terutama rapid tes sangat diperlukan.

Sementara untuk diketahui, total keseluruhan bantuan yang datang adalah 40 ton. Hanya saja, proses penerimaan baramg tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimana pada Sabtu, 28 Maret 2020 besok, pihaknya akan kembali menerima 20 ton bantuan lagi. (*)