31 Kecelakaan Lalu Lintas Dalam Sepekan di Wilayah Hukum Polda Banten

Tingginya kecelakaan lalu lintas di daerah itu yang dalam sepekan mencapai 31 kasus.

infobanten.id | Direktorat Lalu lintas Polda Banten mengimbau masyarakat untuk mamatuhi peraturan dalam berlalu lintas, mengingat masih tingginya kecelakaan lalu lintas di daerah itu yang dalam sepekan mencapai 31 kasus.

“Jumlah total laka lantas pada minggu ke 1 sebanyak 28 kasus sedangkan minggu ke 2 berjumlah 31 kasus. Naik 3 kasus atau 11 persen,” kata Direktur Lalu-lintas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo di Mapolda Banten di Serang, Senin.

Rudy mengatakan, penambahan kasus dari total 31 kasus terjadi dalalm pekan ke II Sepetember 2021 di beberapa wilayah di wilayah hukum Polda Banten yaitu Ditlantas Polda Banten 2 kasus, Polres Serang 8 kasus, Polres Serang Kota 7 kasus, Polres Pandeglang 1 kasus, Polres Lebak 5 kasus, Polres Cilegon 1 kasus dan Polresta Tangerang 7 kasus.

Menurut Rudy, kasus kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi di Polres Serang sebanyak 8 kasus sedangkan yang paling rendah terjadi di Polres Pandeglang sebanyak 1 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, luka berat 9 dan luka ringan 34 orang dan kerugian materil ditaksir sebesar Rp60.700.000.

Sebelumnya Dirlantas Polda Banten menyampaikan situasi terkini Pandemi COVId-19 saat ini khususnya di wilayah hukum Polda Banten mengalami penurunan, sehingga saat ini untuk wilayah Banten seluruhnya berada di level 2 atau zona kuning. Namun demikian, Dirlantas Polda Banten berpesan kepada seluruh jajaran agar tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti biasa dan meningkatkan pengamanan lalu-lintas di jalan raya.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota agar selalu menjaga kesehatan salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan selama beraktifitas” katanya.

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara di jalan dan selalu mematuhi peraturan berlalu lintas.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan berlalu lintas dan lengkapi kelengkapan kendaraan. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” kata Shinto. (*)