Berawal Korsleting Listrik, Sebuah Rumah Dilalap Si Jago Merah


Rumah Milik Warga Situbondo yang Ludes Dilalap Sijago Merah

infobanten.id | Rumah milik Heri Natalian Toro (36), warga Dusun Trebungan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, yang terbakar dilalap si jago merah, Kamis (20/06/2019).

Akibat peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, salah satu kamar dan atap rumah milik korban hangus terbakar. Selain itu, sebagian perabot rumah tangga milik korban Heri Natalian Toro juga hangus terbakar dilalap si jago merah.

Diperoleh keterangan, pada saat salah satu kamar rumahnya terbakar, korban bersama keluarga dan tetangganya sedang nongkrong di depan rumahnya, sehingga begitu mendengar suara seperti adanya kebakaran korban langsung berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan adanya kebakaran rumah, puluhan warga sekitar datang ke lokasi kejadian, mereka langsung memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya. Bahkan, berkat kesigapan puluhan warga dan dua unit mobil Damkar milik Pemkab Situbondo, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar dua jam setelah kejadian.

“Saat nongkrong dengan keluarga dan kerabat di depan rumah, saya dikagetkan dengan suara kobaran api dari dalam rumah. Bahkan, setelah dilihat ternyata salah satu kabar yang terbakar. Pada saat itupula, saya langsung berteriak minta tolong,” kata pria yang akrab dipanggil Heri, Kamis (20/06/2019).

Puryono koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo membenarkan terjadi kebakaran bangunan rumah milik korban Heri. Diduga kuat, kebakaran bangunan rumah milik korban Heri akibat terjadinya korsleting listrik di salah satu kamar rumah milik korban.

”Kerugian materi akibat kebakaran salah satu kamar di rumah milik korban Heri Natalian Toro, diperkirakan mencapai Rp10 juta lebih,” ujar Puryono, Kamis (20/06/2019).

Pria yang akrab dipanggil Ipung menambahkan, karena dalam satu hari ini, terjadi dua peristiwa kebakaran rumah di Kabupaten Situbondo, dengan lokasi kebakaran rumah yang berbeda. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada warga Situbondo untuk tetap waspada.

”Sebab, pada musim kemarau biasanya sering terjadi kebakaran di Situbondo, baik kebakaran rumah, lahan kosong maupun kebakaran tanaman tebu,” pungkasnya. (*)