BPBD Banten Siaga Hadapi Bencana di Selatan Lebak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten siap siaga menghadapi bencana alam di bagian selatan Kabupaten Lebak sehubungan fenomena La Nina yang ditandai hujan lebat serta angin kencang.

infobanten.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten siap siaga menghadapi bencana alam di bagian selatan Kabupaten Lebak sehubungan fenomena La Nina yang ditandai hujan lebat serta angin kencang.

“Kami mengoptimalkan lima petugas kebencanaan dan relawan untuk melayani penyelamatan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam,” kata Kepala Seksi Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Banten Sumardi di Posko Kesiapsiagaan Mitigasi di Villa Hejo Panggarangan, Rabu.

Posko Kesiapsiagaan Mitigasi selama 24 jam dan mereka bergiliran dengan cara piket juga dibantu anggota Polri dan TNI.

Pemberlakuan Posko Kesiapsiagaan Mitigasi dibuka Selasa (27/10) sehubungan memasuki fenomena La Nina yang bisa menimbulkan cuaca buruk melanda wilayah selatan Kabupaten Lebak. Cuaca buruk tersebut yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir, sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam.

Potensi bencana alam itu di antaranya banjir, banjir bandang, longsor, air pasang laut, gelombang tinggi dan angin puting beliung. Sebab, wilayah selatan Kabupaten Lebak yang memiliki 10 kecamatan dengan topografi perbukitan, pegunungan, aliran sungai dan pesisir pantai.

Ke-10 kecamatan itu adalah Kecamatan Cijaku, Cigemblong, Malingping, Wanasalam, Banjarsari, Cihara, Panggarangan, Bayah, Cilograng dan Cibeber.

“Kami selalu siaga dan terus berkoordinasi dengan aparatur kecamatan dan desa yang menjadi langganan bencana alam agar cepat dilakukan penyelamatan evakuasi jika terjadi bencana,” katanya menjelaskan.

BPBD Banten mempersiapkan peralatan evakuasi untuk penyelamatan warga yang dilanda bencana alam, seperti perahu karet, perahu motor, pakaian pelampung, penyedot air, tambang,tenda, tiker dan gergaji mesin. Namun, peralatan evakuasi yang masih kurang pada kendaraan opersional roda dua.

Saat ini, kata dia, kendaraan roda dua yang ada sebanyak satu unit dan kekurangan lima unit lagi, karena lokasi selatan Lebak kondisi medanya cukup berat.

“Meski kekurangan kendaraan itu, tetapi siaga menghadapi bencana alam akibat cuaca buruk itu,” katanya menegaskan.

Ia juga menyiagakan logistik berupa beras, lauk pauk, minuman kemasan, makanan kering dan obat-obatan. Persediaan logistik itu untuk penanganan warga yang terdampak bencana alam tersebut.

“Kami menjamin persedian logistik relatif aman dan terpenuhi untuk penanganan kebencaaan,” katanya menjelaskan. (*)