BPBD ingatkan warga Lebak waspadai curah hujan tinggi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengingatkan masyarakat di daerah itu agar meningkatkan kewaspadaan curah hujan tinggi guna mengurangi risiko kebencanaan.

infobanten.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengingatkan masyarakat di daerah itu agar meningkatkan kewaspadaan curah hujan tinggi guna mengurangi risiko kebencanaan.

“Kita berharap warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam agar waspada curah hujan tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Kamis.

Curah hujan tinggi di Kabupaten Lebak diprakirakan hingga tiga hari ke depan, bahkan sepanjang Rabu (4/3) sampai Kamis (5/3) pagi diguyur hujan terus menerus dengan intensitas ringan.

Potensi curah hujan tinggi hingga melebihi delapan jam bisa menimbulkan bencana longsoran tanah juga pergerakan tanah.

Selama ini, kata dia, masyarakat Kabupaten Lebak yang tinggal di wilayah rawan longsor hingga ribuan kepala keluarga.

Mereka tinggal di pemukiman pegunungan, perbukitan hingga bantaran aliran sungai.

“Kami minta warga jika hujan terus menerus agar mewaspadai bencana alam sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, peluang curah hujan cukup tinggi mulai pagi, siang, sore dan malam dengan intensitas ringan.

BPBD Lebak sudah menyampaikan peringatan imbauan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di lokasi rawan bencana alam.

Peringatan imbauan itu agar tidak mengurangi risiko kebencanaan, karena hingga kini Kabupaten Lebak masuk daerah langganan bencana alam.

Belum lama ini, kata dia, banjir bandang dan longsor hingga ribuan warga mengungsi juga puluhan infrastruktur jembatan, sekolah hingga pesantren dan rumah rusak berat hingga hanyut.

Bahkan, bencana alam tersebut menimbulkan sembilan warga meninggal dunia.

“Kita jangan sampai bencana alam itu kembali terulang, sehingga patut diwaspadai jika hujan intensitas tinggi itu,” katanya menjelaskan.

Ia menyebutkan, saat ini wilayah Kabupaten Lebak di 19 kecamatan dan 42 desa menjadi daerah langganan banjir, longsor, dan angin kencang antara lain Rangkasbitung, Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Cimarga, Curugbitung, Cibadak, Cileles, Leuwidamar, Banjarsari, Wanasalam, Cihara, Bayah, Gunugkencana, Muncang, Cirenten, Sobang, Cibeber, dan Cijaku.

Biasanya, kata Kaprawi, apabila cuaca ekstrem terjadi maka di daerah itu rawan banjir dan longsor karena terdapat aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten memperkirakan selama sepekan ke depan curah hujan meningkat di wilayah Kabupaten Lebak sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, longsor, serta angin kencang, katanya. (*)