BPBD Lebak Ingatkan Warga waspada Hadapi Cuaca Ekstrem

infobanten.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi cuaca ekstrem untuk mengurangi risiko kebencanaan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material cukup besar.

“Kita berharap masyarakat dapat mewaspadai potensi bencana alam sehubungan cuaca ekstrem itu,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Minggu.

Cuaca ekstrem di Kabupaten Lebak terjadi sepanjang Minggu (12/04/2020) sore hingga malam hari dengan intensitas curah hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi cuaca seperti tersebut diprakirakan berlangsung tiga hari ke depan, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan.

Selama ini, kata dia, wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah langganan banjir, longsor, angin kencang, dan tanah bergerak.

“Kami minta warga jika cuaca ekstrem itu berlangsung maka sebaiknya mengungsi ke lokasi yang aman dari bencana alam,” katanya.

Dia menjelaskan masyarakat yang berpotensi terdampak banjir dan longsor kebanyakan mereka yang tinggal di perbukitan dan pegunungan, termasuk warga yang berada di kaki Gunung Halimun Salak.

Selain itu, warga yang tinggal di bantaran sungai yang terkadang terjadi luapan air.

Pihaknya selalu menyampaikan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di lokasi bencana alam agar siap siaga sehingga tidak terjadi korban jiwa ketika terjadi bencana.

“Kita banyak warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam hingga ribuan kepala keluarga,” katanya.

Sejumlah warga Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak mengaku saat ini merasa tenang karena sudah tinggal di posko pengungsian dengan mendirikan tenda pascabanjir awal 2020.

Masyarakat setempat 50 keluarga dengan 290 jiwa mendirikan tenda karena belum mendapat bantuan rumah hunian sementara dan rumah hunian tetap dari pemerintah.

“Kami berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan tempat tinggal karena tinggal di tenda mudah roboh jika diterpa angin kencang,” kata Sueb, warga Kampung Seupang, Desa Pajagan, Kabupaten Lebak. (*)