Bulog Lebak-Pandeglang Distribusikan Beras 2.000 Ton Bagi Warga Terdampak COVID-19

infobanten.id |

Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional (Divre) Lebak dan Pandeglang, Provinsi Banten mendistribusikan beras 2.000 ton kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. 

“Penyaluran bantuan beras itu guna mengurangi beban ekonomi masyarakat, terlebih diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ” kata Kepala Perum Bulog Divre Lebak dan Pandeglang Mohammad Wahyudin di Lebak, Sabtu.

Pendistribusian beras tersebut langsung ke titik pembagian di masing-masing desa dan kelurahan, serta Kantor Pos Rangkasbitung.
Setiap kepala keluarga menerima bantuan beras jenis medium dari Perum Bulog itu 10 kilogram.

Selama ini, kata dia, pendistribusian beras kepada masyarakat  terdampak COVID-19 berjalan lancar. Selain itu, katanya, kualitas beras yang disalurkan tidak ada masalah, namun jika ditemukan kualitas beras tidak layak konsumsi bisa diganti. Masyarakat bisa melapor ke aparat desa, kelurahan, atau Kantor Pos jika menemukan beras tidak layak konsumsi.

“Pada intinya kami siap mengganti semua beras yang tidak layak dikonsumsi itu,” katanya.

Among (65), warga Kelurahan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku kualitas beras dari Perum Bulog yang diterima di Kantor Pos Rangkasbitung cukup bagus dan tidak ada masalah. 

“Kami merasa senang menerima beras dari pemerintah di tengah pandemi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan selama tiga pekan ke depan,” katanya.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Sukadaya, Kabupaten Lebak, Dede, mengatakan warga setempat yang mendapatkan beras dari Bulog itu ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Pendistribusian beras Bulog berjalan lancar dan warga tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

“Semua warga PKH dan BST menerima beras dari Perum Bulog sebanyak 10 kilogram per KK,” katanya. (*)