Covid-19 Bermutasi Cepat, Prof Yusril: Umat Manusia Dalam Ancaman, Jangan Anggap Enteng!

Profesor. DR. Yusril Ihza Mahendra memperingatkan pemerintah untuk tidak menganggap sepele virus corona baru atau Covid-19 yang pertama muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provensi Hubei, China.

infobanten.id | Profesor. DR. Yusril Ihza Mahendra memperingatkan pemerintah untuk tidak menganggap sepele virus corona baru atau Covid-19 yang pertama muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provensi Hubei, China.

Mutasi virus corona ini begitu cepat. Dari type A yang ditemukan di Wuhan, ini sudah bermutasi ke type B dan C hanya dalam tiga bulan. Virus ini amat pintar dan canggih.

Kecepatan virus ini bermutasi atau berubah bentuk, menyebabkan kesulitan bagi manusia untuk melawannya. Belum lagi obat dan vaksin untuk melawan virus type A ditemukan, virusnya sudah bermutasi ke type B dan C. Tentu masing-masing type perlu obat dan vaksin sendiri-sendiri untuk melawannya.

Kepintaran manusia kini ditantang oleh virus ini. Kalau manusia kalah ilmu melawan mereka, virus ini akan membunuh lebih banyak korban. Hanya riset yang serius untuk menemukan obat dan vaksin  canggih yang dapat mengalahkan virus ini. Manusia harus bekerjasama melawannya.

Virus ini menyerang umat manusia tanpa pilih-pilih. Semua bangsa, semua ras menjadi korban. Virus ini juga tidak perduli pada agama. Orang Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, Tao, Shinto, Konghucu bahkan orang atheis dan Komunis semua jadi korban.

Virus ini juga tidak perduli pada iklim. Mereka hidup di mana saja. Di daerah dingin seperti Eropa dan Amerika Utara, mereka hidup. Di daerah panas di Timur Tengah dan negara-negara mereka hidup. Di daerah subtropis & tropis seperti Asia Tenggara, virus ini juga hidup dan berkembang.

Saya mengajak kita semua jangan anggap enteng virus ini. Jangan anggap sepele. Negara kita belum melaporkan type-type virus corona yang berkembang di negara kita. Riset kita sangat ketinggalan. Kalau ketiga type virus itu secara bersama2 ada di sini, kita bakal kewalahan.

Kita belum bisa membayangkan apakah dalam tiga bulan ke depan virus type A, B dan C yang ada sekarang sudah bermutasi lagi ke type D, E dan F. Kalau asumsi itu benar terjadi, bangsa kita, dan bahkan umat manusia benar-benar berada dalam ancaman. Sekali lagi: Jangan anggap enteng!

Sedari awal, akhir Februari saya sudah mengingatkan Pemerintah dan bangsa agar kita waspada menghadapi virus ini. Perangkat hukum yang komprehensif untuk menjadi dasar kita bertindak harus kita buat untuk mengantisipasi keadaan yang mungkin berkembang makin buruk.

Pemimpin di manapun di dunia ini harus mampu bertindak cepat dan tepat. Salah ambil putusan, lambat mengantisipasi keadaan dan cenderung menganggap enteng sesuatu, harus dijauhi. Kita kini berpacu dengan waktu. Karena itu kita tetap harus tegar. Jangan kalah dengan virus ini!

Kini, baik rakyat kita sendiri maupun negara-negata lain sama-sama prihatin dengan kesiapan kita menghadapi bencana ini. Kini sudah diterapkan Darurat Kesehatan secara nasional. PSBB mulai dilaksanakan di bbrp daerah. Semua harus dievaluasi, apakah langkah kita sdh tepat dan sdh cukup.

Banyak yang nuding saya ngeyel dan nyinyir. Saya pikir adalah kewajiban saya untuk mengingatkan. Saya berpikir dlm konteks pengalaman dan pengetahuan di masa lalu ketika kita menghadapi SARS. ASEAN waktu itu mengadakan KTT Darurat di Bangkok. Saya ikut Bu Mega datang ke sana.

Bahkan saya katakan Pemerintah harus siap-siap alokasikan dana untuk menghadapi bencana wabah ini karena dampaknya akan sangat besar ke bidang lain. Ini bukan sedekar masalah kesehatan, ini masalah ekonomi, sosial, politik bahkan pertahanan keamanan. (*)