Diskoperindag Kabupaten Serang Maksimalkan Program Penataan Pasar

infobanten.id | Kab. Serang. Dalam upaya memaksimalkan program kerja pada kepemimpinan Bupati Serang dan Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah S.E M.Ak dan Drs Pandji Tirtayasa M.Si, di priode 2021-2026. Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang telah menganggendakan kegiatan maupun program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Program inipun, dijelaskan (Plt) Pelaksana Tugas Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Prauri S.H, S.Sos, M.Si didamping Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Serang Dedi Ariep Rohidi S.Pd M.Pd, akan dimaksimalkan secara keseluruhan dalam bidang perdagangan tersebut.

“Saya kira, program perdagangan merupakan salah satu program yang langsung dirasakan masyarakat. Karena transaksi jual beli maupun berkumpulnya masyarakat,” ungkap Dedi di ruang kerjanya belum lama ini kepada infobanten.id.

Sebab itu, masih dikatakan Dedi tahun 2021 Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang berencana merelokasikan pasar padarincang. “Relokasi dari pasar lama ke pasar baru. Apalagi sudah lama dibangun, tinggal diisi oleh pedagang,” jelasnya.

Lanjut Dedi, dalam relokasi pasar padarincang itupun, rangkai kegiatan telah dilakukan. Mulai dari pengaturan strategi, hingga pendataan pedagang. “Jumlah kios 175 pada data awal, Los berserta kaki lima 198 lapak,” kata Dedi

Tidak sampai disitu, Dedi juga mengakui, akan berupayakan semaksimalkan mungkin dalam relokasi pedagang padarincang ke tempat baru. Bahkan, sambungnya, sudah sampai sejauh pendataan tidaklah ada masalah. Semua pedagang tertib, dan siap dipindahkan.

“Tapi tetap, kita mengantisipasi adanya data baru atau pedagang musiman. Apalagi ini kondisi covid-19, apa saja bisa terjadi. Makanya, telah di tugaskan bidang pengendalian perdagangan maupun kordinator pasar untuk memastikan tahapan relokasi berjalan lancar,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, relokasi pasar padarincang itupun, untuk menertibkan para pedagang tertata dengan rapih. Apalagi, kata dia, pencapaian target retribusi pada 2021 mencapai Rp 1,5 Miliar.

Oleh karenanya, Menurut Dedi, diperlukan adanya penertiban dalam berdagang, maupun sewa tempat. “Ini agar retribusi pasar bisa tertata rapih, dan PAD Pemkab Serang dalam bidang pedagangan dapat meningkat,” ucap Dedi dengan nada lantang.

Diakhir wawancara, Dedi mengulas hasil PAD pada retribusi perdagangan di 2020 tidaklah mencapai target. Hal itu disebabkan, kekosongan kios maupun los. Bahkan, sambungnya, masih banyak pasar yang belum aktif secara penuh.

“Walaupun tahun 2020 target hanya Rp 1,1 Miliar, tapi banyak pasar yang sepekan dua kali buka. Maka dari itu, kita tidak ingin terulang pada 2021. Optimis mencapai target PAD sebesar Rp 1,5 Miliar,” tutup seraya mengakhiri wawancara.

Menurut informasi dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang pada 2020 capaian target retribusi pada bidang perdagangan hanya mencapai 91 persen, dengan pencapaian PAD Rp 1 miliar.

Sedangkan pada 2021, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang akan berupaya maksimal untuk mencapai target retribusi Rp 1,5 miliar. Dengan cara menghidupkan kembali 13 pasar di Kabupaten Serang berfungsi aktif.

Langkah awalpun, Diskoperindag Kabupaten Serang akan meresmikan pasar padarincang pada selesai Hari Raya Idul Fitri pada Juni 2021, dengan diresmikan langsung oleh Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.

Diketahui, pasar merupakan sebagai area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu. Baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya.

Menurut kajian ilmu ekonomi, pasar merupakan suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang atau jasa tertentu. Proses interaksi tersebut dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. (Advertorial)