DLH Kabupaten Serang Konsen Pencegahan Dampak Lingkungan

infobanten.id | Kab. Serang. Dalam upaya menjaga kelestarian alam di Kabupaten Serang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang mencanangkan berbagai macam program pencegahan dampak lingkungan.

Salah satu program tersebut yaitu, kepemilikan dokumen lingkungan, mitigasi kegiatan usaha, cakupan perusahaan yang terkait pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, hingga kegiatan usaha perusahaan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Kepala Dinas  Ir Sri Budi Prihasto M.M dan Sekretaris Dinas Ir Yani Setyamaulida  terus berupaya memaksimalkan pencegahan dampak lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Sri Budi Prihasto mengatakan, bahwasanya sebagai daerah yang memiliki kawasan industri terbesar di Banten, pihaknya memiliki komitmen untuk tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem dari dampak kegiatan usaha atau industri yang ada di Kabupaten Serang.

Lanjut Sri Budi, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan dan pelestarian lingkungan hidup. Bahkan hal tersebut tercantum dalam tujuan dan sasaran RPJMD dengan realisasi sebesar 95,85 persen.

Sri Budi juga mengakui, untuk mencapai tujuan dari program yang telah dicanangkan, pihaknya mendorong dan memotivasi para pelaku usaha dan masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup guna meningkatkan kualitas dan daya dukung lingkungan hidup.

“Kami melakukan pengkajian dampak lingkungan melalui proses penilaian dokumen lingkungan hidup sampai dengan penerbitan persetujuan, hal tersebut tercantum dalam sasaran RPJMD Pemerintah Kabupaten Serang pada kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.,” kata Sri Budi Prihasto.

Ia juga menjelaskan, kegiatan pengkajian dampak lingkungan terdiri dari penyusunan dokumen, kajian evaluasi dampak emisi dari kegiatan usaha di Kabupaten Serang yang berhasil dilaksanakan 100 persen.

“Penyusunan dokumen tersebut bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selama 3 bulan, dan penyusunan kajian dampak dari kegiatan usaha” jelasnya.

Tidak sampai disitu, masih kata Sri Budi, penilaian dokumen lingkungan sampai penerbitan persetujuan. Penilaian dokumen lingkungan hidup dimulai dari pengajuan pembahasan dokumen lingkungan oleh pelaku usaha dengan diwakili cek administrasi, pembahasan atau penilaian dokumen sampai dengan penerbitan persetujuan.

Target dari penilaian dokumen lingkungan pada setiap tahun, kata dia, yaitu sebanyak 100 dokumen, dan tahun lalu sudah terealisasi sebanyak 153 dokumen lingkungan hidup.

“Semoga saja tahun 2021 ini bisa melebihi dari tahun sebelumnya, dan mencapai 200 dokumen lingkungan hidup,” kata Sri Budi.

Sedangkan untuk Mitigasi lapangan atau kunjungan lapangan ke lokasi kegiatan, masih kata Sri Budi, dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut dari pembahasan atau penilaian dokumen dan atau terkait permohonan persetujuan dokumen lingkungan.

“Jadi secara keseluruhan pencapaian target dari kinerja yang ditetapkan telah hampir dapat dipenuhi dengan baik,” tegasnya.

Tidak lupa, Sri Budi juga menjelaskan, mengenai pembinaan peringkat kinerja perusahaan yang pada tahun sebelumnya telah dilaksanakan.

“Pembinaan peringkat kinerja perusahaan (Proper) merupakan upaya peningkatan peringkat kinerja perusahaan sesuai dengan Indeks Kinerja Utama (IKU). Adapun IKU yang harus tercapai mencakup terlaksananya bimbingan teknis proper Compliance dan Self Assesment terhadap perusahaan Proper dan terlaksananya pembinaan untuk peningkatan pemahaman, persyaratan dan mekanisme Proper,” jelasnya.

Salah satu kriteria baru penialain Proper tahun 2021, kata dia, adalah dimiliknya penanggung jawab lingkungan kegiatan usaha kompeten dan sertifikasi di bidang lingkungan baik itu dalam pengendalian pencemaran air, udara dan limbah B3.

“Sehingga kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan pada tahun lalu untuk mendorong perusahaan peserta Compliance dan Self Assesment berupa Bimbingan Teknis dan Uji Sertifikasi Pengelolaan Air Limbah bagi Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air dan bagi Operator Instalasi Pengelolaan Air Limbah dapat berjalan sesuai aturan,” kata Sri Budi dengan nada tegas.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang sudah melakukan pembinaan kegiatan perusahaan, dengan dihadiri 38 orang peserta dari 30 yang ditargetkan, sehingga capaiannya adalah 127 persen. Materi pelatihan, sambungnya, mengacu pada unit kompetensi yang tercantum dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tentang standar dan sertifikasi kompetensi penanggung jawab operasional pengolahan air limbah dan penanggung jawab pengendalian pencemaran air. (Advertorial)