Dua Program Prioritas Bidang Pendataan, Bapenda Kabupaten Serang Targetkan 20 Objek WP Di 2021

infobanten.id | Kab. Serang. Masa pandemi covid-19 yang berlangsung hingga saat ini tahun 2021 sejak Maret 2020 tahun lalu, ternyata, bukanlah halangan bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang untuk melakukan pendataan Wajib Pajak (WP).

Dibawah Kepemimpinan Kepala Badan Pendapatan Daerah Deddy Setiadi S.H M.H dan Sekretaris Badan Drs Arif Roikhan M.Si bidang pendataan pajak terus memaksimalkan sejumlah program prioritas di tahun 2021 ini

Melalui Kepala Bidang Pendataan Pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Imadul Majdi S.Ip M.Si, bahwasanya terdapat program prioritas pada masa pademi covid-19 tahun 2021 ini. Hal itu, sambungnya, dikarenakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Serang di tuntut memiliki anggaran cukup untuk melanjutkan keberlangsungan pembangunan daerah.

Program tersebut, kata Imadul Majdi, ialah terbagi dua. Ada Ekstenfikasi dan Intenfikasi.

“Ekstenfikasi di bidang pendataan, menggali sumber pajak baru. Untuk dinilai sebagai wajib pajak. Paling tidak memenuhi dua unsur. Pertama unsur subjek pajak, dengan terdapat pengelolaan pajak, dan terdapat pemilik perusahaan. Kedua, tempat usahanya terlihat serta sudah lama berdiri. Apabila kedua unsur terpenuh, ditetapkan sebagai wajib pajak,” kata Imadul Majdi di ruang kerjanya kepada infobanten.id,.

Sedangkan Intensifikasi, masih kata Imadul Majdi, adalah yang sudah menjadi wajib pajak, dan data terupdate.

“Akan kita lakukan monitoring, dan perbandingan kondisi real di lapangan. Sehingga data menjadi terupdate, karena terdapat peningkatan usaha,” jelasnya.

Lanjut Imadul Majdi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang pada program prioritas di 2020 telah berhasil mendata 15 objek wajib pajak. Sehingga, kata dia, pada 2021 tahun ini menjadi 20 objek.

“Semuanya mencakup Pajak Bumi dan Bangunan hingga Pajak Daerah lainya. hotel, stasiun pengisian bahan bakar bmum sampai perusahaan masuk kiteria wajib pajak, karena bersifat khusus,” ungkap Imadul Majdi sambil menunjukan data pajak tahunan.

Diakhir wawancara, Imadul Majdi mengakui, bahwasanya kondisi pandemi covid-19 telah mempengaruhi ruang gerak pelayanan pajak, karena beberapa perusahaan sangatlah protek. Bahkan, sambungnya, hingga memerlukan waktu. Dikarenakan haruslah dikarantarina dan prosedur lainnya.

“Padahal kita harus masuk, dan melakukan penilaian. Jadi adanya covid-19 mempengaruhi ruang gerak. Tapi, semoga saja pada 2021 dapat tercapai penilaian 20 objek wajib pajak secara maksimal,” tutup Imadul Majdi seraya mengakhiri wawancara.

Diketahui, berdasarkan informasi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, terdapat target pendaftaran wajib pajak baru pada program Ektensifikasi sebayak 120 objek di 2021. Sedangkan Intensifikasi terdapat 480 wajib pajak baru. (Advertorial)