Gubernur Banten: Vaksinasi dan Efektivitas PPKM Perlu Ditingkatkan Untuk Tekan Penyebaran COVID-19

Gubernur Banten Wahidin Halim

infobanten.id | Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan perlu percepatan vaksinasi COVID-19 serta peningkatan efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran dan penularan COVID-19 di Banten.

Menurut Wahidin, vaksinasi COVID-19 mampu mengurangi gejala dan persoalan pandemi COVID-19.

“Langkah-langkah vaksinasi harus segera. Jatah vaksin dari Pusat ke kita masih sangat terbatas. Baru 1,6 juta dari penduduk Provinsi Banten yang mencapai 12 jutaan jiwa dengan target 9 jutaan jiwa,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim di Rumah Dinas Gubernur Banten Jl. Jenderal Ahmad Yani No.158, di Kota Serang, Selasa.

“Terlampau lama masyarakat menunggu. Ada aktivitas ekonomi yang terhenti, masyarakat sudah mengalami kesulitan ekonomi . Langkah penyekatan terbatas pada daerah tertentu,” Wahidin menambahkan.

Ia mengatakan, saat ini pelayanan yang paling efektif adalah melalui vaksinasi. Berdasarkan data, vaksinasi mampu mengurangi gejala sehingga mampu mengurangi persoalan COVID-19.

Dikatakan Wahidin, saat ini di Provinsi Banten dan daerah lainnya mengalami penurunan, BOR perawatan COVID-19, oksigen terpenuhi serta kesadaran untuk vaksinasi COVID-19 dan isolasi sudah terbangun. Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hal yang harus segera kita lakukan hari ini dan besok adalah vaksinasi. Yang kedua adalah dalam hal membantu distribusi obat-obatan terstandar bagi warga yang sedang melakukan isolasi,” kata dia.

Begitu juga yang mengalimi musibah COVID-19 perlu dibantu. Pemprov Banten juga menyalurkan bantuan beras untuk orang-orang yang terkategori tidak mampu

Terkait kualitas beras bantuan, Gubernur Banten sudah mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo agar menjadi perhatian PT Bulog Tbk. untuk mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Untuk efektivitas testing, tracing, dan percapatan vaksinasi, akan kita bentuk 26 ribu orang sebagai relawan. Para relawan yang bertugas untuk melakukan testing, tracing, input data, vaksinator, hingga menjadi relawan sosialisasi ke masyarakat,” kata dia. (*)