Kawasan Badui Boleh Dikunjungi Wisatawan

Kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, boleh dikunjungi wisatawan di era normal baru, namun harus dilengkapi surat keterangan sehat dari daerah bersangkutan tempat tinggal.

infobanten.id | Kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, boleh dikunjungi wisatawan di era normal baru, namun harus dilengkapi surat keterangan sehat dari daerah bersangkutan tempat tinggal.

“Kami tidak masalah wisatawan berkunjung ke sini,” kata Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija.

Pengunjung wisatawan tentu sangat membantu perekonomian masyarakat, karena warga Badui sejak empat bulan terakhir para pelaku usaha terpuruk.

Produksi aneka kerajinan di antaranya kain tenun, souvenir, pernak pernik dan lainya tidak laku akibat tidak ada wisatawan itu.

Saat ini, dirinya memperbolehkan wisatawan mengunjungi kawasan pemukiman Badui di era normal baru itu setelah memenuhi persyaratan surat keterangan sehat dari daerah asalnya.

Namun, pihaknya menolak bagi warga asing dari luar negeri mengunjungi pemukiman Badui.

“Kami menolak wisatawan lokal jika tidak dilengkapi surat keterangan sehat juga warga asing,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, saat ini, pengunjung wisata ke pemukiman Badui Luar maupun Badui Dalam pada era normal baru relatif kecil.

Selain itu juga kawasan Badui sudah tidak ada petugas yang melakukan pemeriksaan suhu tubuh maupun penyemprotan cairan disinfektan.

Mereka kebanyakan pengunjung pemukiman Badui itu warga Lebak dan sekitarnya, sebab secara resmi wisata Badui belum dibuka.

“Kami berani membuka wisata ini setelah ada koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat hukum,” katanya menjelaskan.

Kepala Seksi Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Usep Suparno mengatakan di era normal baru itu boleh saja wisata mengunjungi pemukiman Badui, namun tetap harus dilengkapi surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah bersangkutan.

Selain itu juga mereka tidak bergerombol atau berkerumun dengan jumlah banyak serta menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Kami bisa kembali secara resmi pariwisata setelah ada rekomendasi dari Petugas Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak,” katanya. (*)