Kontraktor TPA Cipeucang Didesak Percepat Bersihkan Sampah Di Sungai Cisadane

Kontraktor Pembangunan pile sheet atau dinding pemisah yang ambruk di TPA Cipeucang, Serpong didesak mempercepat bersihkan sampah di Sungai Cisadane.

infobanten.id | Kontraktor Pembangunan pile sheet atau dinding pemisah yang ambruk di TPA Cipeucang, Serpong didesak mempercepat bersihkan sampah di Sungai Cisadane.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DHLK) Kota Tangsel Tepi Suherman menagku pengangkutan sampah Cipeucang di aliran Sungai Cisadane sudah 80 persen pengerjaan.

“Laporan dari lapangan terakhir untuk pengerukan sampah dari sungai 80 persen,” ujar Yepi saat dikonfirmasi, Kamis (04/06/2020).

Lanjut Yepi, selain proses pengangkatan sampah di aliran Sungai Cisadane yang dilakukan oleh pihak ketiga. Proses pembuatan terasering untuk menghambat aliran air juga sudah mulai dibuat.

“Dan, pihak ketiga sudah mulai membuat terasering dilereng landfillnya, tujuannya untuk menghambat aliran air hujan kalau hujan,” katanya,

Proses pengerjaan pengangkutan sampah sudah mencapai 80 persen, DLH Tangsel menargetkan akan rampung dalam waktu tujuh hari kedepan.

“Kalau kami DLHK kan, karena itu yang mengerjakan pihak ketiga, nah kita minta pihak ketiga usahakan tujuh hari selesai. Nah mungkin mereka berupaya, karena bekerja siang-malam, kami meminta kepada mereka secepat mungkin, upaya tujuh hari rampung,” terang Yepi.

Bahkan, proses pengangkutan sampah yang berada di aliran Sungai Cisadane dengan menggunakan 7 alat berat eskavator. Bukan tidak mungkin, akan selesai sebelum target yang diberikan.

“Ya bisa, kalau memang itu dari segi aktivitas peralatannya, apakah ditambah lagi atau bagaimana. Yang penting kita berharap secepat mungkin dibereskan,” harapnya.

Yepi juga menuturkan, jika DLHK dan pihak ketiga sudah melakukan pertemuan dengan anggota Komisi IV DPRD Tangsel terkait penanganan Cipeucang.

Dari pertemuan tersebut, ada tiga poin yang menjadi catatan yakni poin pertama pihak ketiga memberikan klarifikasi termasuk pengawasan dan perencanaannya.

Poin kedua, segera melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak lain agar bisa diangkut ke wilayah lain.

“Poin ketiganya upayakan secara maksimal penanganan disana, kaya dampak baunya, terus penguatan di landfillnya. Saya juga mengajak masyarakat untuk berdoa agar TPA Cipeucang segera bisa di atasi,” papar Yepi.

Sementara itu, salah satu warga Kavling Serpong, Mulyawan sangat berharap agar proses pengerjaan pengangkutan sampah bisa segera selesai.

“Semoga bisa cepat selesai kalau kita mah. Kan, kalau udah selesai enggak ganggu kita, apalagi kalau hujan terus anginnya gede. Baunya bisa nyengat banget,” tutur Mulyawan. (*)