Korban Mahasiswi UIN, Hati-Hati Predator Begal Payudara Dan Bokong Di Ciputat

Ilustrasi

infobanten.id | Peristiwa begal payudara dan bokong sejak beberapa hari belakangan menghebohkan warga Ciputat, Tangerang Selatan.  

Gadis remaja yang merupakan mahasiswi UIN Syarief Hidayatullah Jakarta semester 8 fakultas Tarbiyah, yang menjadi korban tindakan asusila tersebut.

Si gadis mengaku mengalami pelecehan seksual di jalan kecil belakang asrama IMM Ciputat, jalan pintas menuju Jalan Haji Nipan.

“Aku pulang ke arah RS UIN habis ada kegiatan dan abis beli obat di apotek samping Hermina, kemudian ada Ojek Online lawan arah, dia awalnya memelan, terus motornya menyerong ke arah aku jalan, tiba-tiba entah datang dari mana, “tangannya udah di bagian dadaku”, dan meremas-remas,” begitu pengakuan korban dalam pesan berantai WhatsApp yang diterima redaksi, Minggu (8/3).

Mendapat perlakuan itu, korban mengaku kaget dan gemetar sejadi-jadinya lantas berteriak hingga membuat pelaku sempat berhenti menoleh kearahnya.

“Aku langsung kaget, gemetar dan teriak “Najiiiis, Jijik!. Terus dia (pelaku) berhenti di kejauhan, ngeliat ke aku, mungkin untuk memastikan aku gak melapor, atau bahkan dia merencanakan hal biadab yang lain wal iyadzu billlah,” katanya.

“Aku berusaha liat nomer polisinya, tapi burem, aku gemeter, satu hal yang aku liat dari predator ini, hidungnya mancung, dia pake helm hijau grab/goride, pake jas hujan plastik warna hijau,” lanjutan pesan berantai itu.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di belakang asrama IMM Ciputat, lokasi di mana korban mengalami pelecehan seksual.

Penulusuran Kantor Berita Politik RMOL, kejadiaan teror terhadap para gadis remaja di Ciputat ini ternyata bukan kali pertama.

Masih ada lagi mahasiswi UIN Syarief Hidayatullah Jakarta lainnya yang juga menjadi korban peristiwa serupa meski di tempat berbeda yang tidak terlalu jauh dari Jalan Haji Nipan, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, VN (20) mahasiswi Fakultas Dakwah, UIN Syarief Hidyatullah Jakarta mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di jalan gelap persis disamping Pusat TIK.

VN mengaku, peristiwa nahas yang menimpanya itu terjadi sekitar dua atau tiga bulan lalu.

Saat itu VN usai latihan tari, salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di kampusnya sekitar Pukul 22.00 WIB, VN bersama seorang teman perempuannya hendak pulang ke kostan.

“Waktu itu pernah kena, tapi kalau anak Tarbiyah kan yang saya baca wahatsapp brodadcast-nya itu di bagian dada, kalo saya di bagian paha disini (sambil nunjukin di bawah vagina bagian belakang dibawah pantat). Iya pas dibawah sih, pas gitu langsung diremes,” ucap VN.  
Mengaku kaget, VN sontak mengeluarkan umpatan lantaran bagian tubuhnya diremas oleh orang tak dikenal.

Seingat VN, pria itu mengendarai motor matic Beat warna merah dan helm hitam. Entah dari mana datangnya pria misterius yang melecehkannya itu.

“Karena kita udah shock kan itu langsung mohon maaf sih ini ngomong kasar, jijik anj*ng!. Terus dia langsung berhenti ngeliat ke belakang tapi gak keliatan mukanya karena gelap disana, pas gang disana. Pokoknya yang saya inget Beat warna merah helmnya warna hitam, soalnya gelap,” tuturnya bercerita.

VN mengaku, dirinya sempat menceritakan apa yang dialaminya itu di postingan instagram pribadinya dengan maksud meminta perlindungan. Namun ternyata, banyak mahasiswi lain juga mengalami hal serupa seperti yang dialaminya itu, tapi tidak berani mengungkapkan.

“Itu saya udah speak-up di snapgram saya sih, udah saya tag (mention) ke Dema-U (BEM Kampus UIN Jakarta), tapi gak ada respon sama sekali gituloh. Dan itu banyak ternyata yang ngebales direct message (DM) saya itu udah banyak yang kena,” urainya.

“Puluhan deh cewek merasakan hal yang sama. Ada yang ceritain dari temennya, ada juga dia yang kena di (lokasi) Ayam Monyet, Pesanggrahan, ada juga yang di Kampung Utan (Ciputat),” sambung VN.

Atas peristiwa yang membuatnya trauma itu, VN hanya bisa berharap agar peristiwa serupa tidak menimpa teman-teman mahasiswi UIN Syarief Hidayatullah Jakarta dan wanita lain pada umumnya.

“Gue wanti-wanti sama temen-temen cewek kalau jalan lewat sana (samping Pusat TIK) gak usah sendiri gitu. Apa ya, gak tau maksudnya tuh sakit hati aja bang, gak tau deh,” harapnya sambil menangis.

Adapun, untuk pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, VN berharap segera ditangkap pihak yang berwajib dan mendapatkan hukuman agar niat bejatnya itu tidak menimpa korban lain.

“Balasan secara manusiawi, mungkin gue pengen privasi dia (pelaku) di bukain aja, fotonya dia, pokoknya digituin deh, sampe bener-bener sanksi sosial itu dia dapat gituloh. Kalau misalkan masalah Tuhan mah, yaudah tuhan aja yang bales,” demikian VN. (*)