Kota Tangsel Target Pertahankan Juara MTQ Tingkat Banten

Kota Tangerang Selatan targetkan mempertahankan juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Provinsi Banten yang digelar di Masjid Raya Al – Bantani Serang.

infobanten.id | Kota Tangerang Selatan targetkan mempertahankan juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Provinsi Banten yang digelar di Masjid Raya Al – Bantani Serang.
Ketua LPTQ Kota Tangerang Selatan yakni Muhamad Sobron Zayyan di Tangerang Senin mengatakan, dalam MTQ kali ini Tangsel mengirim 66 orang yang akan mengikuti seluruh cabang MTQ. Adapun rombongan tersebut terdiri dari 33 peserta laki laki dan 33 peserta perempuan.

Begitu juga jumlah dewan hakim. Dimana ada 34 Dewan Hakim dari Tangsel yang berasal dari seluruh kecamatan akan berpartisipasi dalam MTQ kali ini. “Jadi kalau tahun ini dewan hakim rata dari seluruh kecamatan yang ada,” ujarnya.

Adapun targetnya, kata dia adalah mendapatkan lagi juara utama yang mana selama ini Tangsel mempertahankannya selama lima tahun berturut-turut. “Insya allah kami bisa mempertahankannya saat ini,” ujar Muhamad Sobron.

Muhamad menyampaikan bahwa pelaksanannya akan memenuhi protokol kesehatan. Dimana seluruh peserta yang berpartisipasi hanya perlu berkumpul di hotel masing-masing sambil melihat pembukaan secara virtual. Dengan memenuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menetapkan social distancing.

Dengan adanya persyaratan ini, Muhamad berharap MTQ tetap bisa berlangsung dengan baik sebagaimana sebelumnya. Dan rombongan Tangsel bisa mendominasi juara agar bisa mempertahankan juara utamanya lagi.

Kemudian Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa yang terpenting bagi peserta adalah menjaga kesehatan diri masing-masing. Dimana harus menetapkan protokol kesehatan.

Wabah COVID-19 membuat banyak kebijakan baru terkait dengan proses pembangunan berubah. Salah satunya adalah kegiatan MTQ ini. Dimana sebelumnya Tangsel akan menjadi tuan rumah namun harus dipindahkan ke Kota Serang.

Karena itu, berbahayanya penularan COVID-19 ini harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat. “Penuhi protokol kesehatan. Sehingga, bisa membantu pemerintah dalam proses pemutusan mata rantai,” ujarnya.(*)