Lanal Banten canangkan Kampung Bahari Nusantara di Pulau Cangkir

Pencanangan Kampung Bahari Nusantara (Kambanus) di Kampung Pulau Cangkir, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten.

infobanten.id | Wibawa Jala Sakti, Komandan Lanal Banten, Kolonel Laut (P) Golkariansyah, memimpin pencanangan Kampung Bahari Nusantara (Kambanus) di Kampung Pulau Cangkir, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pencanangan yang dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan Tokoh Masyarakat Kronjo tersebut merupakan bagian dari pembinaan potensi maritim yang berada di Desa Kronjo yang bertujuan untuk mempelopori agar potensi yang ada di Pulau Cangkir dapat diolah bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. 

Salah satu potensi yang sudah dikembangkan oleh Lanal Banten melalui pembinaan kelompok masyarakat bernama Mapuca (Mangrove Pulau Cangkir) tersebut menghasilkan produk turunan tanaman mangrove, antara lain sirup mangrove, dodol mangrove, keripik mangrove, tepung mangrove, selai mangrove, teh mangrove dan kopi mangrove, dimana produk-produk turunan tersebut masuk dalam produk unggulan Lanal Banten. 

Diharapkan dengan kegiatan yang dipelopori oleh Lanal Banten dapat mendorong pihak lain untuk ikut mengembangkan potensi yang ada di Pulau Cangkir serta dapat mengembangkan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masyarakat pesisir Pulau Cangkir. 

Selain itu potensi wisata juga dapat ditemukan ditempat ini, namun masih memerlukan pembenahan dalam meningkatkan kualitas potensi pariwisata. 

Selain mencanangkan Kampung Bahari Nusantara, masih ditengah situasi pandemi COVID-19, dalam kesempatan tersebut Lanal Banten juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi seluruh warga Kampung Pulau Cangkir. 

Diharapkan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi penerimanya sehingga kebutuhan pangan tetap terpenuhi. 

Komandan Lanal Banten juga meninjau kelompok masyarakat binaan bernama Mapuca untuk memantau program ketahanan pangan budi daya ikan bandeng dan budi daya mangrove. Di tempat ini mangrove disamping ditanam untuk kebaikan ekosistem laut, juga dapat dijadikan produk panganan. 

Dengan adanya Kampung Bahari Nusantara Pulau Cangkir diharapkan dapat mendukung Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla) guna menciptakan ruang, alat dan kondisi (RAK) juang yang tangguh. (*)