MUI Lebak minta warga Banten bangkit hadapi pandemi COVID-19

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak meminta masyarakat di daerah ini agar bangkit menghadapi pandemi COVID-19 untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

infobanten.id | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak meminta masyarakat di daerah ini agar bangkit menghadapi pandemi COVID-19 untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

“Kita harus membangun optimisme di tengah pandemi COVID-9 itu,” kata Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Pupu Mahpudin di Lebak, Minggu.

Prinsif ajaran Islam diwajibkan bekerja keras dan bangkit, meskipun dilanda bencana alam maupun bencana non alam, seperti sekarang adanya penyebaran COVID-19.

Pandemi COVID-19 merupakan ujian yang datangnya dari Allah SWT, sehingga masyarakat malas bekerja dan menjadikan putus asa juga pandemi itu akhir segala-galanya dari kehidupan.

Karena itu, kata dia, masyarakat harus bangkit dan bekerja keras untuk menghadapi ujian tersebut.

Sebab, kata Pupu, ujian itu nantinya menjadikan naik kelas dan dapat mengangkat martabat kehidupan manusia menjadi lebih baik.

“Kami minta masyarakat di tengah pandemi COVID-19 itu tetap semangat untuk bekerja dan meraih prestasi diberbagai bidang agar dapat menggapai kehidupan yang lebih baik,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, MUI Kabupaten Lebak juga mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Indonesia termasuk berhasil dalam mengendalikan pandemi COVID-19.

Kebijakan Jokowi itu, kata dia, Indonesia lebih awal melaksanakan program vaksinasi dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia.

Bahkan, saat ini minat masyarakat cukup tinggi untuk menjalani vaksinasi COVID-19, setelah diterapkan kepada petugas kesehatan, pelayanan publik dan usia lansia.

MUI Lebak terus menyampaikan kepada elemen masyarakat agar mendukung pelaksanaan program vaksinasi COVID-19.

Selain itu juga masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Saat ini, kata dia, trendnya angka pasien Corona di Tanah Air relatif menurun juga tingkat kesembuhan cenderung meningkat.

Meskipun saat ini masih ada warga yang terpapar COVID-19, tetapi jumlahnya relatif kecil.

“Kami minta semua elemen masyarakat mendukung program vaksinasi agar Indonesia terlepas dari penyebaran penyakit yang mematikan,” katanya. (*)