Pemkab Serang Gencar Sosialisasikan Literasi Digital

Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya

infobanten.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sereng melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) gencar melakukan sosialisasi literasi digital karena banyak manfaat jika digunakan dengan baik dan benar.

Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya di berbagai kesempatan tak pernah ketinggalan menyosialisasikannya hingga di kalangan masyarakat  menengah ke bawah. 

Seperti yang disampaikan Anas pada acara Literasi Digital Media Sosial Sehat dan Aman yang digelar Bidang Persandian dan Statistik pada Diskominfosatik yang dirangkaikan dengan pembagian hadiah Kampung Ramadhan di Desa Suka Ratu tepatnya di Taman Mahkota Ratu, Kecamatan Cikeusal pada Kamis (10/6/ 2021). 

Disamping itu, Anas juga mengimbau kepada para orang tua untuk terus mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan handphone.

Hadir pada kesempatan tersebut, Camat Cikeusal Iman Saiman, Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Jajat, Plt Kepala Desa (Kades), Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan puluhan masyarakat.   

Anas mengatakan, tujuan digelarnya literasi digital untuk memberikan edukasi kepada masyarakat cara berinternet yang sehat dan aman. Sehingga masyarakat, diharapkan bisa mengetahui sisi positif dan negatif dari media sosial.

”Saya berpesan kepada seluruh peserta agar dapat menggunakan media sosial secara baik dan bijak, jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang beredar sebelum kita mencari kebenaran dari sumber informasi tersebut,” ujar Anas dalam sambutannya. 

Anas berharap, literasi tentang cara penggunaan medsos sehat dan aman ini bermanfaat bagi masyarakat kedepannya. 

”Semoga Allah Swt senantiasa memberikan bimbingan dan ridhonya atas segala upaya yang kita lakukan,” tutur Anas.

Ketua Pokdarwis, Mukti Adi, mengatakan kegiatan digital literasi  sangat membantu untuk lebih gencar lagi mempromosikan Desa Wisata Taman Mahkota Ratu. 

“Kedepan kami akan terus memperbanyak program, dengan menampilkan hasil budi daya atau hasil pertanian lokal. Dengan literasi digital ini kami mendapatkan  ilmu agar lebih gencar lagi mempromosikan melelui internet atau media social,” ujarnya. (*)