Penyusutan Berat Beras Bantuan Di Kota Serang Karena Suhu Tinggi

Penyusutan beras sebanyak 200 gram dari tiap 10 kilogram dari jumlah 50 ton itu dikarenakan karena suhu yang lebih tinggi.

infobanten.id | Penyusutan beras sebanyak 200 gram dari tiap 10 kilogram dari jumlah 50 ton itu dikarenakan karena suhu yang lebih tinggi.

Demikian disampaikan mandor gudang beras di Kampung Sukamulya, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Saihul Bahri, Rabu (8/7).

Saihul mengaku jika penyusutan yang terjadi dalam setiap karung beras dikarenakan adanya suhu yang lebih tinggi. Sehingga kadar air dalam beras jadi berkurang.

“Tadinya kan langsung ke penggilingan itu panas. Suhunya itu lebih tinggi. Pas ditimbang itu kan udah kelamaan, jadi nyusut. Kalau dari sananya udah pas ditimbang,” ucapnya.  

Diakuinya, ia pun sempat merasa heran dengan adanya kekurangan takaran dalam satu karung beras berisi 10 kilogram saat ditinjau langsung oleh Walikota Serang.

“Makanya kemarin pas ada Walikota, yang awalnya pas takarannya kok bisa nyusut. Itu biasanya karena suhu juga,” ujarnya.

Meski begitu, ia pun memastikan jika pihaknya akan bertanggungjawab terkait penyusutan beras tersebut agar nanti saat disalurkan ke masyarakat sudah sesuai takarannya.

“Karena kita juga bertanggungjawab kan buat masyarakat. Pokoknya pas mau disalurkan itu, kita pastikan takarannya pas,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Serang membeli beras sebanyak 225 ton dari petani di Kecamatan Kasemen dengan harga Rp 10.525/kg. Pembelian beras dilakukan untuk nanti disalurkan kepada para petani, nelayan dan warga yang terdampak covid-19 yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Selain beras, Pemerintah Kota Serang pun akan memberikan dana stimulan sebesar Rp 500ribu kepada 1.527 nelayan yang ada di Kota Serang. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Agustus hingga Desember 2020 mendatang. (*)