Polisi Tembak Bandit Bersenjata Api

Ilustrasi

infobanten.id | Dua bandit spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersungkur usai timah panas polisi bersarang di betis keduanya. Bandit bersenjata api itu dilumpuhkan lantaran berusaha kabur saat penyergapan Kamis (06/02/2020) dan Sabtu (08/02/2020) lalu.

Dua bandit asal Lampung bernama Fahmi Samsudin (27) dan Supriadi alias Dalom (26), itu dibekuk polisi di dua lokasi berbeda. Kamis (06/02/2020), Dalom disergap di Terminal Angkutan Umum PT Nikomas Gemilang, Jalan Raya Serang Jakarta tepatnya Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

“Kami mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku Dalom sedang berada disana (PT Nikomas Gemilang-red) dan melakukan pengejaran ke lokasi,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan, Senin (10/02/2020).

Dalom berusaha kabur. Tembakan peringatan dikeluarkan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Serang. Tembakan tersebut tak digubris pelaku. Tindakan tegas segera diambil polisi. Sebuah tembakan tepat mengenai betis kiri pelaku dan membuatnya tersungkur.

Berbekal pengakuan Dalom, polisi memburu Fahmi. Sabtu (08/02/2020), keberadan Fahmi tercium polisi. Fahmi terlihat tengah mengendarai motor Honda Beat di Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Polisi langsung mengadang jalan motor yang dikendarai Fahmi. Sadar sedang diburu polisi, Fahmi kabur dengan meninggalkan motornya. Tembakan peringatan ke udara kembali dilepaskan polisi. Tetapi, pelaku masih tetap berlari. Tembakan polisi pun diarahkan ke tubuh pelaku. “Keduanya kita lumpuhkan (ditembak-red) karena mencoba melarikan diri saat akan ditangkap,” kata Indra.

Saat motor milik Fahmi diamankan, polisi menemukan sepucuk senpi rakitan dari dalam jok motor. Senpi itu diduga digunakan oleh Fahmi dan Dalom untuk menakuti korban. “Kami mengamankan satu pucuk senjata api (senpi-red) rakitan beserta peluru aktif yang ditemukan dalam jok motor Honda Beat milik tersangka FI,” kata alumnus Akpol 2000 tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dalom dan FI diketahui telah belasan kali beraksi di wilayah hukum Polres Serang dan Polres Serang Kota. “Keduanya sudah 12 kali (melakukan pencurian-red), 5 TKP (tempat kejadian perkara-red) di antaranya berada di wilayah hukum Polres Serang, sedangkan 7 TKP lainnya di wilayah hukum Polres Serang Kota,” jelas Indra.

Dikatakan Indra, dua orang kawanan ini mengincar motor yang diparkir di tempat sepi. Stop kontak motor tersebut dirusak menggunakan kunci leter T. Motor hasil curian itu kemudian dijual kepada penadah di daerah Pandeglang senilai Rp2,5 juta hingga Rp4 juta. “Kasusnya masih kembangkan untuk penadahnya,” kata Indra.

Kasat Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Maryadi mengatakan, keduanya terakhir kali beraksi, Sabtu (13/1) lalu. Motor Honda Beat A 6519 HV milik Sri Irhad Raenaldi dicuri keduanya saat parkir di depan minimarket di Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. “Pengakuannya terkahir Sabtu tanggal 13 Januari 2020. Motor tersebut telah dijual ke penadah di Pandeglang,” kata Maryadi.

Motor korban itu dijual oleh pelaku kepada penadah di Pandeglang. Uang hasil penjualan motor tersebut dibagi rata oleh pelaku. “Pengakuannya belum pernah (menggunakan senpi-red), tapi bisa saja FI ini berbuat nekad (menembak-red) apabila kondisi terdesak,” jelas Maryadi.

Atas perbuatannya, Fahmi dan Dalom kini mendekam di Rutan Polres Serang. Keduanya disangka melanggar Pasal 363 KUH Pidana. “Ancaman pidananya di atas lima tahun,” tegas Maryadi. (*)