Polres Serang Kota tangkap pekerja toko kosmetik jual obat terlarang

Ilustrasi

infobanten.id | Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkiba) berhasil menangkap salah satu pekerja di toko kosmetik yang menjual obat terlarang di Jalan Samaun Bakri Lingkungan Tanggul, Kota Serang, Banten.

“Awalnya, kami mendapatkan pengaduan dari masyarakat setempat. Dari informasi itu, petugas langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka saat berada di dalam toko,” kata Kasatresnarkoba Polres Serang Oota, Iptu Shilton di Serang, Kamis.

Shilton mengatakan, tersangka Wahyu (30) yang merupakan warga Desa Tongweng, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie ditangkap sekitar pukul 20.00 WIB setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kita berhasil mengamankan tersangka Wahyu (30) warga Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie,” katanya.

Ia juga menjelaskan, dalam penggeledahan toko itu, petugas mengamankan sebuah dus dari etalase berisi ratusan obat terlarang siap edar dan uang hasil penjualan.

“Tersangka menyembunyikan barang bukti dalam dus yang disimpan dalam etalase bercampur dengan berbagai jenis kosmetik,” katanya.

Menurut Iptu Shilton, dari hasil pengakuan tersangka, barang terlarang tersebut diperoleh dari seorang bandar yang bernama James (DPO) yang mengaku warga Tangerang.

Hanya saja, kata dia, tersangka tidak mengetahui domisilinya karena pengambilan barang obat keras dilakukan di tempat yang telah ditentukan sambil menyerahkan uang hasil penjualan.

“Tersangka tidak mengetahui domisili si penyuplai obat karena pengambilan barang obat dilakukan di tempat yang telah ditentukan bandar. Tersangka mendapat suplai barang dari bandar setiap 4 hari atau seminggu sekali sambil menyerahkan uang hasil penjualan,” katanya.

Selain itu, dikatakan Shilton, penjualan barang terlarang tersebut sudah lama dilakukan tersangka. Alasanya, hanya untuk menambah biaya hidup sehari-hari.

Dalam menjalankan bisnis terlarangnya, kata Shilton, tersangka selalu berpindah-pindah toko kosmetik. Dari hasil menjual obat, tersangka bisa mendapatkan keuntungan sebanyak Rp200 ribu per hari serta mendapatkan bonus dari bandar sebesar Rp2 juta setiap bulannya. (*)