Polrestro Tangerang Bongkar Sindikat Perdagangan Anak

Jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota membekuk empat pelaku perdagangan anak di bawah umur.

infobanten.id | Jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota membekuk empat pelaku perdagangan anak di bawah umur. Keempat pelaku yang diamankan yakni BE (39) berjenis kelamin wanita, RY (29), DH (21), dan D (37) yang semua diamankan di kawasan Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, keempatnya berhasil diamankan setelah adanya laporan dari orangtua salah satu korban.

“Kasus ini terungkap berawal dari adanya laporan orangtua korban kalau anaknya ini mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan tidak sesuai janji saat dikirim ke Batam. Maka itu dia mengadu ke orangtuanya,” kata Sugeng, Rabu (18/3).

Sugeng menuturkan, keempat pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. BE merupakan otak praktik jual beli anak di bawah umur bersebut ditangkap bersama RY di kawasan Cikokol, Kota Tangerang. Sementara, DH dan D diamankan aparat kepolisian di kawasan Pinang, Kota Tangerang.

“Peran BE ini adalah menawarkan pekerjaan di sosial media untuk dikirimkan ke Batam dengan sejumlah imbalan gaji,” ujarnya.

Sementara ketiga tersangka lainnya lainnya berperan sebagai makelar pencari tenaga kerja anak-anak berjenis kelamin wanita yang kemudian disalurkan kepada BE sebelum dikirim ke Batam.

“Belasan korban ini dijanjikan upah di Batam sebesar Rp 1.050.000. Itu perbulan ya dikasihnya bersih. Katanya belum sama uang tips juga,” jelas Sugeng.

Di Batam, para korban dijanjikan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), pelayan di sebuah kedai kopi, pramusaji, baby sitter, hingga Tenaga Kerja Wanita (TKW). Namun nyatanya, lanjut Sugeng, para korban yang rata-rata anak dibawah umur tersebut berlalukan tidak senonoh sampai disuruh memenuhi birahi pria hidung belang di Batam.

“Ternyata disana korban ini diminta untuk melayani pria hidung belang juga dengan upah tambahan. Mendengar berita itu makanya salah satu orang tua korban melaporkan ke kami,” terang Sugeng.

Sedangkan dari hasil perdagangan orang tersebut, para pelaku mendapat uang sebesar Rp 3-6,5 juta untuk satu korban. Nantinya, uang tersebut akan dibagi rata kepada pelaku lainnya.

“Keempat pelaku dijerat pasal 10 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” pungkasnya. (*)