Sadis, Istri Tengah Mengandung Dianiaya Suami Hingga Tewas

Pelaku penganiaya seorang istri hingga tewas di amankan polisi

infobanten.id | Warga Jalan Cabe 1, RT 005/004, Kelurahan Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Tangsel dibuat gempar adanya kekerasan yang dilakukan Ansari terhadap istrinya, Thayibbah pada Minggu (26/07/2020).

Kekerasan yang dilakukan Ansari menyebabkan Thayibbah meninggal dunia dan didapati luka lebam disekujur tubuhnya.

Salah seorang saksi yang juga tetangga korban, Dino (50) mengatakan, jika pelaku dan korban merupakan pengantin baru.

“Mereka kan pengantin baru, waktu itu pulang dua minggu sebelum puasa katanya mau nikah. Baru, puasa tiga minggu dia kesini,” terang Dino di Mapolsek Pamulang, Minggu (26/7).

Dino juga menjelaskan, jika Ansari memang dikenal warga mempunyai sikap tempramen terhadap istrinya.

“Kalau galak iya, di depan orang pernah ngebentak istri di depan pembeli. Ya orangnya galak lah sama bini, orang sini pada tau. Emang galak sama bini semua pada tau,” ucapnya.

Bahkan, sebelum tewasnya Thayibbah, warga setempat pernah melihat jika korban kabur ke warung sate akibat dianiaya oleh pelaku yang tak lain suaminya.

“Dia pernah, penganiayaan berat dua kali. Dua minggu sebelum kejadian meninggal, pernah kabur ke warung sate cuman suami enggak tau, dia nyari-nyari. Dia cerita sama istri warung itu pada biru, itu mungkin kejadian pertama. Yang penganiayan berat lagi yang ini yaudah meninggal,” kata Doni.

Ia juga menerangkan jika korban tengah mengandung berusia satu bulan.

“Kata ibu-ibu sini lagi hamil satu bulan,” imbuhnya.

Atas kejadian kekerasan tersebut, hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Polsek Pamulang langsung mendatangi lokasi dan menangkap pelaku tanpa ada perlawanan.

Kapolsek Pamulang, AKP Supiyanto membenarkan jika adanya kasus kekerasan terhadap istri hingga menyebabkan meninggal dunia.

“Di tubuh korban ditemukan luka memar, muka, paha kanan, perut, tangan kanan, kiri banyak luka memar. Tidak ada luka tusukan dan sajam saat olah TKP. Semuanya luka memar. Sementara pelaku telah diamankan dan mengaku melakukan pemukulan dengan tangan kosong dan masih kita dalami,” jelas Supiyanto.

Mengenai dugaan korban tengah mengandung, pihaknya akan menunggu hasil dokter forensik di RS Kramat Jati.

“Korban dikirim ke RS Kramat Djati untuk diketahui penyebab kematian oleh dokter forensik mengenai hamil, kami belum tau. Dari hasil otopsi bisa diketahui,” paparnya.

Ansari yang kini sudah mendekam ditahanan Mapolsek Pamulang, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku kita tindak pidana KDRT yang mengakibatkan matinya seseorang sebagaimana UU No. 23 Tahun 2004 Pasal 44 Ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun,” tutup Supiyanto. (*)