Sajikan Minuman Favorite Kaum Milenial, Dinas Pertanian Kabupaten Serang Kembangkan Perkebunan Kopi

infobanten.id | Kab. Serang.  Kopi merupakan minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk  dan Kopi inipun, merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 Negara.

Bahkan dua spesies pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica) sudah tidak asing di telinga anak-anak muda di dalam Negeri.

Menangkap potensi tersebut. Pemerintah Kabupaten Serang telah memasukan potensi perkebunan kopo ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Kepala Dinas Zaldi Dhuhana SP.MPP.MT dan Sekretaris Dinas ir Irawati Erlina, M.Si, di tahun 2021 memaksimalkan potensi wilayah perkebunan Kabupaten Serang karena kopi saat ini salah satu menu favorit kaum milenial merata di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang melalui Kepala Bidang Perkebunan Ir Dodi Suharo M.M menjelaskan biji kopi apabila ditanam bisa panen beberapa kali dan jangka waktunya sangat lama mencapai 25 tahun.

“Potensi Kopi ini  sangat luar biasa, modal sedikit dan perkebunan kopi bisa menjadi tempat agribisnis yang menjanjikan,” ungkap Dodi di ruang kerjanya kepada infobanten.id belum lama ini.

Dodi juga mengakui, kopi inipun pemasarannya tidaklah begitu sulit, dan dapat cepat laku di pasaran. Hingga pada dasarnya, sambungnya, masyarakat di Kabupaten Serang maupun luar daerah sudah biasa dengan meminum kopi.

“Tinggal pengemasannya saja dibuat menarik, kualitas sangrai menjadi lebih halus. Makanya setiap tahun dilakukan pelatihan untuk petani kopi di Kabupaten Serang binaan Disperta Kabupaten Serang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, masih kata Dodi, Dinas Pertanian Kabupaten Serang sebenarnya teradapat 5 komunitas unggulan dalam hal perkebunan, dan inipun sesuai arahan Bupati Serang, Hj Ratu Tatu Chasanah S.E M.Ak.

“Ada lima komunitas unggulan di Kabupaten Serang, mulai dari kelapa, cengkeh, lada, tembakau, dan terakhir kopi. Tetapi, kita fokuskan pada program perkebunan kopi, karena lebih digemari beberapa tahun belakangan hingga saat ini sesuai arahan Bupati Serang,” ujarnya.

Lanjut Dodi, perkebunan kopi inipun terdapat di tiga Kecamatan. Yaitu di Kecamatan Cinangka, Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Padarincang. Namun, kata dia, pada dasarnya di setiap Kecamatan di Kabupaten Serang  hampir seluruhnya memiliki area cocok untuk perkebunan kopi.

“Melihat potensi wilayah dan peminatnya cukup banyak, makanya pada tahun ini perkebuanan kopi tengah di prioritaskan, dan berusaha untuk dikembangkan secara maksimal,” kata Dodi.

Dodi berharap, kedepan dapat di tambahkan anggaran untuk perkebunan kopi, dan pemerintah pun bisa kembali memberikan perhatian dalam segala kebutuhan alat para petani kopi di Kabupaten Serang.

“Supaya semua alat dapat mencukupi anggaran harapannya ada penambahan karena saat ini barulah Kecamatan Cinangka dan Ciomas yang sudah lengkap alatnya. Semoga saja kecamatan lainya segera menyusul, dan produksi kopi di Kabupaten Serang dapat di tingkatkan secara maksimal,” tutup Dodi.

Diketahui, hasil dari perkebunan kopi di Kabupaten Serang sudah menjadi pilihan kaum milenial penikmat kopi,  beberapa merek kopi yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Banten saat ini berasal dari Kabupaten Serang, diantaranya  Kopi WH, Kopi Mekasari, dan Kopi Dadaman. Bahkan sudah banyak kopi hasil lokal Kabupaten Serang yang di produksi hingga mancanegara. (Advertorial)