Seorang Anak di Cilegon Tega Gorok Leher Bapak Sendiri

Warga Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, dihebohkan peristiwa pembunuhan yang dilakukan anak terhadap ayahnya. Korban B ditemukan tewas berlumuran darah di sebuah kamar dalam gubuk bekas pembakaran bata dengan leher nyaris putus.

infobanten.id | Petugas Satreskrim Polres Kota Cilegon mengamankan D (26), yang diduga telah menghabisi nyawa B (56) ayah kandungnya sendiri di gubuk bekas pembakaran bata Jalan Cikerut, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (19/05/2020).

Sebelumnya, warga Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, dihebohkan peristiwa pembunuhan yang dilakukan anak terhadap ayahnya. Korban B ditemukan tewas berlumuran darah di sebuah kamar dalam gubuk bekas pembakaran bata dengan leher nyaris putus.

Kasatreskrim Polres kota Cilegon, AKP Maryadi menyatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus pembunuhan sadis tersebut. Adapun pelaku pembunuhan diduga anak kandungnya B berinisial D (26), yang baru sebulan tinggal bersama korban.

Maryadi menyebut, saat ini tersangka telah diamankan menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Kota Cilegon. D diketahui tinggal bersama korban baru sekitar satu bulan. D baru saja dijemput ayahnya, B dari Surabaya, Jawa Timur. D dijemput ke Cilegon untuk berobat karena mengalami depresi berat.

Maryadi menyatakan, pihaknya juga masih mendalami lebih lanjut dugaan tersangka D yang disebut mengelami depresi berat, sehingga tega menghabisi ayah kandungnya sendiri. Awal dari peristiwa tragis itu, kata Maryadi, hanya dipicu persoalan sepele. Korban hanya melarang anaknya itu untuk tidak keluar malam,

Dari situ, lanjut Kasat, terjadi cekcok mulut antara anak dan ayahnya tersebut. Pertengkaran  ayah dan anak itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari. Hingga pada pukul 05.00 WIB, terjadilah peristiwa itu.

“Tersngka kemudian memukul korban menggunakan palu dan menggoroknya menggunakan golok,” ungkap Maryadi seraya menyebut tersangka D bakal dijerat pasal 33 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. (*)