Seorang Warga Lebak Dinyatakan Positif Terjangkit COVID-19

Seorang warga Kabupaten Lebak, Banten dinyatakan positif terjangkit COVID-19, sehingga jumlah total positif menjadi tiga orang, termasuk penderita yang dilaporkan sembuh.

infobanten.id | Seorang warga Kabupaten Lebak, Banten dinyatakan positif terjangkit COVID-19, sehingga jumlah total positif menjadi tiga orang, termasuk penderita yang dilaporkan sembuh.

“Kami menerima laporan riwayat warga yang positif itu, sempat kontak badan dengan penderita corona,” kata Juru Bicara Tugas Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Senin.

Warga yang positif terjangkit COVID-19 berinisial A (38) tinggal di Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, dimana sebelumnya di daerah itu terdapat seorang petani yang juga ketua rukun tetangga positif tertular corona. Kemungkinan besar, A itu sempat kontak badan dengan petani berinisial S (39) tersebut.

Namun, saat ini petani yang sebelumnya dinyatakan COVID-19 dilaporkan sembuh setelah menjalani perawatan medis di RSUD Banten, katanya.

Menurut dia, warga yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Kementerian Kesehatan Jakarta.

Ia menjelaskan, petugas Gugus Tugas sepekan lalu, telah melakukan pemeriksaan uji swab kepada puluhan warga yang kontak badan dengan penderita COVID-19. Dari puluhan warga itu hanya satu yang dinyatakan positif COVID-19.

“Saya kira penderita COVID-19 itu juga tetangga desa dengan petani yang dinyatakan pertama positif Corona di Lebak,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, pasien COVID-19 berinisial A itu kini dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala sesak, batuk dan demam.

“Kami meminta penderita COVID-19 itu berada diisolasi mandiri guna mencegah penularan Corona kepada orang lain,” katanya.

Berdasarkan laporan laman “Siagalebbak-19” tercatat tiga orang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 dan terdiri dari dua berstatus pengawasan dan satu berstatus aman, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 43 orang terdiri dari 18 orang berstatus pengawasan, 16 orang berstatus aman dan 9 orang meninggal dunia.

Sedangkan, pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 564 orang terdiri dari 30 orang berstatus pemantauan dan 534 orang berstatus aman serta 63 orang tanpa gejala (OTG). (*)