Sukseskan program P2WKSS, Pemkab Serang Fokus di Dua Desa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memfokuskan penanganannya di dua desa, yakni Desa Bugel dan Batu Kuwung Kecamatan Padarincang.

infobanten.id | Dalam rangka menyuskeskan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memfokuskan penanganannya di dua desa, yakni Desa Bugel dan Batu Kuwung Kecamatan Padarincang.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit di Serang Kamis (8/4) mengatakan, P2WKSS adalah program terpadu dari berbagai lintas sektor yang tujuannya adalah untuk meningkatkan peran wanita menuju keluarga sehat sejahtera di wilayah desa dalam satu kecamatan.

“Kemudian secara teknis pengharapan kita potret kondisi wilayah desa, sehingga kita tentukan keluarga sasaran sebanyak 200 keluarga di dua desa dalam satu kecamatan,” ujarnya.

Selanjutnya, tim melakukan analisa, hal apa saja yang perlu dibantu dan difasilitasi dalam penggarapannya. 

Dia mencontohkan, jika lingkungannya kumuh, maka akan dibangun sanitasi, termasuk prasarana akses infrastruktur jalan.

“Jika keluarga memiliki minat dalam jahit menjahit, kita lakukan pelatihan menjahit dan lain-lain  sesuai potensi yang dalam keluarga. Sehingga, diharapkan para kaum hawa memiliki kesempatan untuk kemandirian dalam meningkatan kehidupan yang sehat dan sejahtera,” katanya. 

Sedangkan untuk sasarannya  adalah keluarga yang kurang mampu. Termasuk sasaran pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). 

“Kemudian jika keluarga tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KK, KTP, kartu identitas anak, akta kelahiran, akan dibuatkan. Dan jika belum memiliki surat nikah kita masukan dalam isbat nikah,” kata Tarkul.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender pada DKBP3A Kabupaten Serang, Neni Nuraeni menuturkan, P2WKSS merupakan progam bersama sehingga OPD di lingkungan Pemkab Serang juga turut andil dan terpusat pada program tersebut.

“Ini program pusat yang harus ditindaklanjuti oleh kabupaten dan kota, sehingga kami (DKBP3A) sebagai dinas leading sektor ini tentunya harus mengakomodir apa yang disampaikan oleh program OPD, karena sesuai apa yang di tertera didalam keputusan Bupati Serang,” ujarnya usai Rapat Sosialisasi P2WKSS di Aula DKBP3A Kabupaten Serang yang dihadiri perwakilan semua OPD, pemerintah kecamatan dan desa Kamis.

Neni juga mengatakan, pada P2WKSS tahun 2021 yang terpusat di Desa Bogel dan Batu Kuwung Kecamatan Padarincang tersebut  salah satu tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat setempat dan pengentasan kemiskinan. 

“Karena masih banyak disitu beberapa kepala keluarga yang perlu kita lakukan untuk bisa hidup lebih sehat dan sejahtera lagi,” katanya. 

Lebih lanjut Neni mengatakan,  dalam implementasi P2WKSS di dua desa tersebut bukan hanya fokus pada sektor kesehatan, perekonomian dan pendidikan saja, melainkan juga melihat kultur yang ada. Seperti dilihat dari kultur juga, apakah dari sumber daya manusianya masih banyak kelemahan atau tidak. 

“Bukan hanya SDM saja, akan tetapi kemampuan ekonomi, fasilitas umum, dari beberapa sektor baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, itu semua menunjang kepada itu. Kita lihat dari sisi itu apakah perlu di benahi atau tidak. Jadi semua OPD terpusat atau mengarah ke dua desa tersebut programnya. Jadi pada intinya sebelumnya tidak pernah bergaya hidup sehat, agar menjadi terbiasa menjadi hidup sehat,” jelas Neni. 

Dalam implementasi, Neni mencontohkan, guna meningkatkan sektor perekonomian akan digelar misalnya pelatihan, industri rumahan, UMKM. Jadi, kaum perempuan atau istri yang tadinya tidak bisa berbuat apa-apa yang hanya mengandalkan penghasilan dari suami bisa mengembangkan potensi yang ada. 

“Di dua desa itu potensinya ada, kenapa tidak dikembangkan, sehingga nilai ekonomi bisa bertambah. Bahkan orang yang tidak mampu berbuat apa-apa menjadi mampu. Disitu misalnya ada salah satu kemampuan orang itu bisa membuat kue atau keripik, bisa dikembangkan untuk membuat itu, sehingga untuk dirinya bisa memenuhi kebetuhan ekonomi tidak hanya mengandalkan suami dan menambahkan ekonomi keluarganya,” papar Neni.

“Sehingga keluarga sehat dan sejahtera itu dari beberapa sektor tidak melihat hanya dari sektor kesehatan, ekomoni, dan pendidikan lebih jelasnya semua sektor,” tutur Neni. (*)