Sungai Ciujung-Ciberang Meluap, BPBD Lebak Berlakukan Status Awas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memberlakukan status “awas” Sungai Ciujung-Ciberang meluap sehingga warga sekitar mewaspadai potensi banjir

infobanten.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memberlakukan status “awas” Sungai Ciujung-Ciberang meluap sehingga warga sekitar mewaspadai potensi banjir

“Kita terus mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran sungai agar meningkatkan waspada bencana banjir,” kata Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama di Lebak, Banten, Kamis.

Petugas kebencanaan dan relawan melakukan pemantauan di sekitar bantaran Sungai Ciberang-Ciujung, karena tinggi permukaan air mencapai 538 centimeter dan debit air 683 meter kubik per detik.

BPBD menetapkan Sungai Ciberang-Ciujung berstatus awas banjir dan intensitas hujan di daerah itu cenderung meningkat.

Luapan Sungai Ciberang-Ciujung di kawasan hulu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan hutan adat Baduy dilanda hujan sejak Rabu malam.

Selain itu juga curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang berlangsung antara tiga sampai 10 jam.

Peluang hujan terjadi pagi, siang, sore, malam hingga dini hari.

Saat ini, permukaan air Sungai Ciujung meluap bisa menerjang permukiman penduduk.

“Kami minta warga yang tinggal di pemukiman sekitar aliran sungai agar waspada jika hujan pada malam sampai dini hari,” katanya.

Camat Rangkasbitung Kabupaten Lebak Yadi Basari Gunawan mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Ciberang-Ciujung agar waspada banjir sehubungan debit air sungai meningkat.

Saat ini, jumlah warga yang tinggal di bantaran sungai mencapai ribuan kepala keluarga tersebar di Kelurahan MC Rangkasbitung Barat, MC Timur Rangkasbitung Timur, Cijoro Lebak, Cijoro Pasir, Desa Kolelet Wetan dan Desa Pabuaran.

“Kami menginstruksikan lurah,desa dan rukun warga agar mengaktifkan ronda malam guna mengantisipasi bencana alam,” katanya.

Sementara itu, Siti Jubaedah (50), warga Kelurahan MC Barat Rangkasbitung sudah mempersiapkan peralatan elektronika ke tempat aman karena khawatir terkena banjir.

“Kami tidak mau terulang banjir tahun lalu dimana seisi rumah terendam air, termasuk perabotan elektronika,” katanya menjelaskan.(*)