Tiga gereja di Kabupaten Lebak Dijaga Ketat Selama Paskah

Tiga gereja di Kabupaten Lebak, Banten, dijaga ketat aparat gabungan selama perayaan ibadah Paskah guna memberikan rasa aman kepada jemaat.

infobanten.id | Tiga gereja di Kabupaten Lebak, Banten, dijaga ketat aparat gabungan selama perayaan ibadah Paskah guna memberikan rasa aman kepada jemaat.

“Kami mengerahkan 140 petugas gabungan untuk pengamanan Hari Paskah itu,” kata Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana saat meninjau perayaan Kamis Putih di Gereja Katolik Santa Maria tak Bernoda Rangkasbitung,Kamis.

Pengamanan gabungan itu melibatkan kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, organisasi pemuda Islam (Banser) dan pengamanan gereja setempat.

Mereka petugas pengamanan disebar di tiga gereja di antaranya dua gereja melaksanakan Misa Kamis Putih secara tatap muka dan satu gereja secara virtual.

Para jemaat yang hendak melaksanakan ibadah Paskah secara tatap muka tentu dilakukan pemeriksaan alat detektor juga wajib menggunakan masker.

“Kami menginstruksikan kepada petugas di lapangan agar memperketat pengamanan guna memberikan rasa aman bagi jemaat untuk melaksanakan ibadah Kamis Putih itu,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah jemaat Gereja Katolik Santa Maria tak Bernoda Rangkasbitung mengatakan bahwa mereka menyambut positif pengamanan dari petugas itu.

Pelaksanaan ibadah Hari Paskah di Gereja Katolik Santa Maria tak Bernoda Rangkasbitung dibagi dua sesi yakni pertama Pukul 17.00 WIB sampai 19.00 WIB dan sesi kedua pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB.

“Kita merasa senang bisa merayakan Paskah di tengah pandemi COVID-19 bersama keluarga,” kata Daniel, seorang jemaat usai melaksanakan Misa Kamis Putih di Gereja Santa Maria tak Bernoda Rangkasbitung.

Pelaksanaan ibadah Kamis Putih itu merupakan momentum untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Dimana perayaan Kamis Putih itu untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus atau Isya Almasih bersama murid-muridnya.

Kehadiran Yesus seorang Nabi juga sebagai juru selamat mengajar di dunia untuk melayani sesama manusia agar berbuat baik dengan menyebar kedamaian, kasih sayang dan saling tolong menolong.

“Kami yakin Indonesia akan lebih damai jika meneladani Yesus atau Isya Almasih yang meninggal di atas salib itu,” katanya. (*)