Beranda Banten Penguatan Perlindungan Pekerja Migran: Bupati Serang Mou Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran...

Penguatan Perlindungan Pekerja Migran: Bupati Serang Mou Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

.

infobanten.id – Serang . Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan komitmen kuat untuk melindungi dan meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Serang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

MoU ini menjadi langkah penting bagi Kabupaten Serang sebagai salah satu daerah kantong pekerja migran terbesar di Banten. Kesepakatan tersebut meliputi penguatan perlindungan, peningkatan kompetensi, serta sosialisasi prosedural hingga ke tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ratu Rachmatuzakiyah menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan Pemkab Serang dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri.

“Serang siap bersinergi penuh. Perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran adalah prioritas kami. Melalui MoU ini, kami ingin memastikan warga Serang berangkat secara prosedural, kompeten, dan pulang dengan membawa kesejahteraan,” tegas Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.

Ia menambahkan, kolaborasi ini akan memperkuat program-program strategis seperti Desa Migran Emas, kelas migran di SMK/SMA, serta rencana kerja sama dengan Sekolah Rakyat mulai 2026, yang akan menjadi model bagi daerah lain di Banten.

Bupati Ratu menilai bahwa Kabupaten Serang memiliki potensi besar untuk bersaing dalam pasar tenaga kerja global. Data Sistem Informasi Satu Pintu KP2MI mencatat 2.550 pekerja migran asal Serang telah terdaftar hingga 31 Oktober 2025, dengan tujuan utama Taiwan, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.

“Dengan dukungan Kementerian P2MI, kami ingin memastikan pelatihan vokasi, pelatihan bahasa, dan sosialisasi perlindungan bisa menjangkau desa-desa. Kami ingin pekerja migran Serang naik kelas dari low skill menjadi tenaga terampil dan bersertifikat,” ujar Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.

Tidak hanya calon pekerja migran, Bupati Serang juga memberi perhatian khusus pada para purna migran yang telah kembali.

“Pemberdayaan purna migran itu penting. Banyak dari mereka kembali ke desa dengan kondisi rentan. Kami ingin mereka tetap produktif, membuka usaha, dan menjadi contoh sukses bagi warga lain,” jelasnya.

Program pemberdayaan ini akan disinergikan dengan BLK daerah, LPK, hingga pemerintah desa untuk memastikan keberlanjutan ekonomi para purna migran.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengapresiasi langkah cepat Bupati Serang yang dinilai progresif dan dapat menjadi contoh bagi bupati lain di Banten. Ia menegaskan bahwa sinergi dengan daerah seperti Kabupaten Serang penting untuk memastikan penempatan pekerja migran yang aman dan berkualitas.

Bupati Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang lebih besar bagi warganya.

“Ini bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga jalan menuju kesejahteraan melalui peluang kerja global dan devisa remitansi. Kabupaten Serang harus menjadi daerah yang mengirim pekerja migran terampil, aman, dan berdaya saing.” tutup Bupati. (ADV)