infobanten.id | Serang. Sesuai dengan namanya, Masjid Kapal Bosok ini memang memiliki bentuk seperti kapal. Lokasinya berada di Lingkungan Drangong, Kelurahan Curugmanis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.
Masjid ini memiliki cerita sejarah yang unik, yaitu kisah yang menceritakan Ki Angga Derpa dalam mengusir penjajah Belanda.
Dikutip dari berbagai sumber, Masjid Kapal Bosok berdiri kurang lebih 4 tahun, yang dibangun oleh 17 santri pesantren Darul Salam. Mereka membangun masjid berdasarkan cerita tentang keberadaan kapal yang membusuk di kampungnya.
Terdapat sejarah melatarbelakangi dari setiap daerah hingga seperti sekarang. Bukti-bukti peninggalan lah yang mampu pengungkapan dari sebuah kisah sejarah seperti monumen, bangunan hingga peninggalan dari benda-benda memiliki sejarah. Kabupaten Serang terdapat sebuah kapal Bosok Serang yang hingga kini menjadi wisata religi menarik diketahui sejarahnya.
Menurut mitos warga setempat wisata yang sedang populer ini memiliki keterkaitan dengan sejarah Banten dulu kala. Kapal yang sebenarnya merupakan bangunan masjid bersejarah begitu viral di berbagai sosial media, pasalnya bentuknya terlihat unik.
Wisata Kapal Bosok Serang Banten
Bentuk unik masjid di Serang terlihat memang unik, sama halnya sejarah unik di baliknya, yakni kisah dari Ki Angga Derpa ketika mengusir penjajah Belanda.
Hampir 4 tahun sebanyak 17 santri pesantren Darul Salam membangun sebuah masjid berbentuk kapal. Ke-17 santri itu membangun masjid berdasarkan cerita keberadaan sebuah kapal yang telah membusuk di wilayah tersebut. Oleh sebab itu wisata baru di Banten ini dinamakan dengan kapal Bosok Serang.
Sejarah kapal Bosok Banten dimulai dari “siapa sih yang terima tempat tinggalnya di jajah”, begitu hal dirasakan oleh Ki Angga Derpa ketika melawan, menyelamatkan berbagai dokumen penting dan harta benda.
Tidak terima perlakuan kasar dari penjajahan Belanda, Ki Angga membawa tempurung berisi dua ekor macan, tempurung itu dibuka dua macan pun keluar hingga memukul mundur penjajah Belanda.
Penjajah marah besar ketika dipermainkan oleh Ki Angga, hingga kemudian mencari lagi Ki Angga Derpa. Ki Angga ditemukan di kampung Aon yang saat ini bernama Lingkungan Drangong, Ki Angga di tangkap dan dihukum di dalam kapal. Setelah puas menyiksa Ki Angga, penjajah pun meninggalkan begitu saja Ki Angga di dalam kapal beserta sisa dokumen penting dan sebagainya.
Kapal berisi Ki Angga kemudian terbawa oleh arus hingga sampai di air terjun yang hingga kini belum diketahui namanya, namun lokasinya jauh dari pesisir.
Ki Angga mengambil senjata cambuk dan memukul kan pada kapal. Kapal di cambuk hingga busuk selamanya. Penjajah Belanda sempat mencari kapal itu bersama dengan Ki Angga yang telah terbawa air laut, namun sampai sekarang mereka tidak menemukannya.
Terdapat beberapa peninggalan prasasti yang membenarkan peristiwa itu. Para santri yang membangun masjid kapal Bosok, banyak menemukan batu karang laut di sekitar wilayah masjid, tidak hanya itu saja terdapat juga besi dan benda yang mereka sebut platok kapal bekas dari peninggalan sejarah.
Tepat di area masjid juga ada makam Syekh Abdullah Angga Derpa, disana pun ada informasi menyatakan silsilah keluarga dari nabi Muhammad SAW hingga lahir Ki Angga Derpa tepat di turunan ke 83.
Tak ada salahnya apabila sekarang anda sedang rekreasi di Serang Banten, menyempatkan berkunjung ke wisata taman wisata religi kapal Bosok, sekedar beribadah dan mengetahui sejarah dari masjid yang melegenda di nusantara.
Alamat Kapal Bosok Serang terletak di kawasan drangong, Desa Curugmanis, Kecamatan Curug, Serang Banten. Informasi telah didapat dari datawisata.com bahwa wisata masjid kapal Bosok berjarak 17 kilometer dengan waktu tempuh 41 menit dari pusat kota Serang Banten. Sedangkan peta lokasi kapal Bosok Serang seperti tertera dibawah ini.
Jalan menuju kapal Bosok Serang apabila dari Jakarta, melalui jalan Ciruas-nyapah. Terdapat perempatan ciruas belok ke arah kiri hingga bertemu toko Alfamart di kampung nyapah.
Tepat disamping terdapat jalan, belok ke kanan dan lurus bertemu dengan kantor kecamatan Curug. Dari lokasi tersebut anda dapat bertanya kepada masyarakat sekitar apabila belum mendapati lokasi wisata.
Wisata ini berupa fasilitas umum masyarakat, oleh sebab itu tidak ada tiket masuk kapal Bosok yang perlu dibayarkan. (Red)