Beranda Banten Rumah Roboh Saat Magrib, Seorang Warga Kaligandu Kota Serang Meninggal Dunia

Rumah Roboh Saat Magrib, Seorang Warga Kaligandu Kota Serang Meninggal Dunia

.

infobanten.id | Serang – Musibah rumah roboh akibat cuaca ekstrem mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di RT 02 RW 19, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, pada saat waktu salat Magrib, Minggu 01 Februari 2026.

Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban sedang melaksanakan salat Magrib di dalam rumah. Secara tiba-tiba, bangunan rumah roboh dan menimpa korban. Warga sekitar yang mendengar kejadian itu langsung berinisiatif melakukan pencarian di antara reruntuhan puing bangunan.

“Warga langsung mengevakuasi korban dari reruntuhan dan membawanya ke klinik terdekat, namun korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Bayuni Kepala Kecamatan Serang saat dikonfirmasi.

Dalam satu rumah tersebut diketahui dihuni oleh lima orang, yakni suami, istri, dan anak-anak. Namun, saat kejadian berlangsung, hanya istri korban yang berada di dalam rumah sehingga menjadi satu-satunya korban. Korban diketahui berusia sekitar 80 tahun.

Berdasarkan dugaan sementara, rumah roboh akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut, ditambah kondisi bangunan yang terbuat dari material batu bata dan diduga sudah tidak layak huni.

Tak hanya di Kelurahan Kaligandu, kejadian serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Serang. Tercatat hampir 10 rumah roboh sepanjang tahun ini akibat cuaca ekstrem.

Pasca kejadian, pihak kecamatan langsung melakukan pendataan dan mengusulkan bantuan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta BPBD Kota Serang, yang langsung mendapat respons dari dinas terkait.

“Tindak lanjutnya, kami sudah memerintahkan lurah dan RT untuk segera mendata rumah tidak layak huni agar bisa diusulkan untuk perbaikan. Jangan sampai menunggu rumah roboh terlebih dahulu,” tegasnya.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi rumah yang rawan roboh, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (*)