Beranda Banten SMSI Banten Apresiasi Kinerja Dinas Kesehatan Tangani Stunting dan Gizi Buruk Hingga...

SMSI Banten Apresiasi Kinerja Dinas Kesehatan Tangani Stunting dan Gizi Buruk Hingga Peringkat ke 3 Indonesia

infobanten.id | Kota Cilegon – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten menggelar acara sosialisasi pencegahan stunting dan gizi serta rapat kerja daerah di Gedung Journalist Boarding School (JBS) Kota Cilegon, Rabu (05/03/2023).

Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun dalam sosialisasi ini mengatakan, saat ini kasus stunting dan gizi buruk yang tertinggi berada di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.

“Kenapa di wilayah itu kasusnya masih tinggi, karna banyak orang kampung dan desa di pelosok-pelosok sana yang kurang mengenal tentang pentingnya kesehatan. Para Orang tua juga harus berperan dalam proses tumbuhnya anak-anak,” kata Lesman.

Lesman berharap ke depannya SMSI dan Pemprov Banten bisa ambil bagian penting dalam penanganan kasus stunting dan gizi buruk ini.

“Di mulai dari kita dulu, perhatikan orang terdekat kita, setelah semuanya sudah maka kita perhatikan lingkungan tempat kita tinggal, berikan edukasi kepeda mereka mengenai kesehatan. Maka dari sinilah angka penurunan kasus terlihat,” ungkapnya.

“Kami sangat mengapresiasi atas kinerja Pemprov Banten dalam penanganan stunting dan gizi buruk ini, bangkit dari keterpurukan beberapa tahun lalu,” sambungnya.

Saat ini, penurunan angka stunting sebagai bagian capaian tematik Pemerintah Provinsi Banten dengan menerapkan pendekatan secara tematik komprehensif integral dalam penanganan stunting dan gizi buruk, kemiskinan ekstream, pengendalian inflasi hingga pemenuhan pelayanan wajib atau dasar.

Berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting Provinsi Banten turun 4,5 persen, menjadi 20 persen dari 24,5 persen di tahun 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudi Hastuti mengatakan, stunting tidak luput dari perubahannya prilaku manusia. Angka kematian di Provinsi Banten lima tahun lalu terburuk ke lima se-Indonesia berdasarkan riset badan kesehatan.

Saat ini, Pemprov Banten dalam kurun waktu 3,5 tahun terus menggenjot penanganan kasus ini, dan hasilnya
melesat urutan ke tiga se-Indonesia soal penanganannya yang berhasil. Keberhasilan ini tentunya karna komitmen dari pemerintah untuk menguatkan kinerjanya.

“Stunting itu karna faktor ketika kecilnya kurang asupan gizi, maka timbulah gangguan organ tubuh pada manusia. Maka saat ini Pemprov Banten menggenjot penanganan stunting dan gizi buruk melalui Dinas Kesehatan setiap kabupaten dan kota yang ada,” tuturnya.

Ati menyebutkan, kekhawatiran penyakit ini bukan pada gagal tumbuhnya organ, tetapi kelainan pada motorik dan sensorik yang ada pada otaknya.

“Maka sangat penting memberikan asupan makanan yang pas pada pertumbuhan bayi baik dari susu, makanan, dan vitaminnya,” pungkas Ati. (0)