.
infobanten.id | Serang – Pemerintah Provinsi Banten sedang mempersiapkan jalur mudik untuk Lebaran 2025 dengan melaksanakan perbaikan pada sejumlah jalan provinsi yang digunakan sebagai jalur alternatif. Perbaikan jalan ini diharapkan selesai pada tanggal 20 Maret 2025, beberapa hari sebelum dimulainya Operasi Ketupat pada 23 Maret 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik selama musim libur Lebaran mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi sedang melaksanakan kegiatan penambalan atau “sapu lubang” pada jalan provinsi. Hal ini untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada di jalan-jalan yang akan dilalui oleh pemudik. Menurutnya, perbaikan ini akan rampung sebelum dimulainya Operasi Ketupat 2025. “Sesuai arahan Gubernur, sekarang sedang dilaksanakan kegiatan sapu lubang, atau penambalan jalan, untuk jalan provinsi, target tanggal 20 Maret sudah selesai,” ucap Arlan.
Dari data yang dimiliki oleh Dinas PUPR Banten, ada sekitar 218,71 kilometer jalan provinsi yang digunakan sebagai jalur alternatif mudik. Dari total panjang jalan tersebut, sekitar 16,9 kilometer mengalami kerusakan ringan, 4,4 kilometer mengalami kerusakan sedang, dan 4 kilometer lainnya rusak berat. Kerusakan ini tentu saja membutuhkan perhatian khusus agar perjalanan para pemudik tidak terganggu.
Untuk mendukung kelancaran perbaikan jalan, Dinas PUPR Banten juga menyiagakan sejumlah alat berat. Alat berat ini akan ditempatkan di beberapa lokasi strategis, dan dapat segera digunakan jika diperlukan. Lokasi siaga alat berat tersebut mencakup beberapa titik, di antaranya di kawasan Tangerang, tepatnya di Jalan Raya Cipondoh; Serang dan Cilegon, di Jalan Bhayangkara; Pandeglang, di Jalan Raya Cikoneng; serta di Lebak, di Jalan Raya Cibadak.
Sementara itu, untuk jalur-jalur wisata yang juga menjadi jalur alternatif mudik, mayoritas dalam kondisi baik dan tidak ada konstruksi yang menghalangi. Namun, ada beberapa ruas jalan yang saat ini sedang dalam penanganan, salah satunya adalah jalur menuju destinasi wisata. Arlan Marzan menyebutkan bahwa terdapat titik longsor baru yang sedang ditangani di ruas Jalan Saketi-Picung-Malimping. Penanganan tersebut akan dilakukan agar jalur wisata tersebut tetap aman dan lancar untuk dilalui oleh pemudik.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan kesiapan pemerintah provinsi dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2025. Ia juga menegaskan pentingnya menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi pemudik, seperti ketersediaan toilet di rest area sepanjang jalur mudik. “Saya minta pada dinas terkait terutama memastikan ketersediaan toilet, di semua tempat. Toilet portable disiapkan. Terpakai atau tidak, harus disiapkan,” ujarnya. Dia juga menambahkan beberapa lokasi yang harus diprioritaskan, seperti di area SMI dan Wilmar, untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan para pemudik.
Selain itu, Andra Soni juga meminta agar UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dapat menata stan atau tempat usaha di area-area istirahat. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman bagi pemudik, khususnya para sopir yang membutuhkan asupan energi selama perjalanan jauh. “UMKM di SMI, atau di Wilmar, itu diperlukan karena sopir perlu kopi dan lain-lain,” ujarnya.
Andra optimistis bahwa pelaksanaan mudik Lebaran 2025 akan berjalan dengan lancar. Ia berharap, berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi dan pusat dapat memberikan kemudahan bagi pemudik. Salah satu kebijakan yang mendukung kelancaran mudik adalah kebijakan work from anywhere, yang memungkinkan pekerja untuk tetap bekerja dari tempat yang mereka pilih, serta perpanjangan libur sekolah yang dimulai pada 21 Maret.
Dengan adanya kebijakan ini, Andra berharap jumlah pemudik dapat lebih merata, dan tidak terjadi penumpukan di jalur-jalur tertentu. “Optimisme kita insyaallah, persiapan-persiapan telah dilakukan dengan baik. Dukungan pemerintah pusat dengan kebijakan work from anywhere, dan kemudian libur anak sekolah lebih awal akan memudahkan dan kelancaran untuk mudik,” ujar Andra.
Persiapan yang dilakukan oleh Pemprov Banten bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik yang melintasi jalur alternatif di wilayah Banten. Dengan perbaikan jalan yang dipercepat dan fasilitas pendukung lainnya, diharapkan para pemudik dapat merasakan perjalanan yang lebih lancar dan tidak terhambat oleh kerusakan infrastruktur jalan.
Selain itu, keberadaan alat berat yang siap siaga juga memberikan rasa aman bagi pemudik jika terjadi kerusakan atau masalah lain di jalan. Pemprov Banten juga berusaha memastikan bahwa jalur wisata yang menjadi jalur alternatif mudik tetap aman untuk dilalui, meskipun ada beberapa titik longsor yang sedang ditangani.
Pemprov Banten tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur jalan, tetapi juga pada penataan fasilitas umum yang diperlukan oleh pemudik. Keberadaan toilet portable di rest area, serta penyediaan UMKM yang menyediakan makanan dan minuman di tempat istirahat, menjadi bagian dari upaya untuk memberikan kenyamanan selama perjalanan mudik.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Andra Soni optimistis bahwa mudik Lebaran 2025 akan berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Persiapan yang matang dan kebijakan yang mendukung diharapkan dapat meminimalisir gangguan yang mungkin terjadi selama perjalanan. Pemerintah Provinsi Banten terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran tahun ini.
Pemerintah provinsi juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan semua aspek yang dibutuhkan oleh pemudik tersedia dengan baik. Selain itu, pengawasan terhadap kualitas perbaikan jalan dan fasilitas pendukung lainnya akan terus dilakukan agar tidak ada kendala yang muncul di kemudian hari.
Melalui berbagai langkah ini, Pemprov Banten berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang nyaman dan aman bagi seluruh pemudik, serta mendukung kelancaran operasional selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. (Red01/*)