Kapolri dan Panglima TNI Kunjungi Korban Banjir Konawe Utara


Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengunjungi korban banjir di Kabupaten Konawe Utara.

infobanten.id | Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengunjungi korban banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (22/6/2019).

Saat tiba di Posko Penanggulangan Banjir, Kapolri dan Pangliman mendapat penjelasan langsung dari Bupati Konawe Utara Ruksamin.

Menurut Ruksamin, hujan yang mengguyur wilayahnya merendam 7 kecamatan dan 47 desa. Adapun korban yang mengungsi sebanyak 2.502 KK/9.609 jiwa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri beserta jajaran lainnya atas bantuan baik fisik maupun material sehingga kondisi di Konawe Utara semakin membaik,” ucap Bupati.

Sementara Panglima TNI menyampaikan, tahap rehabilitasi akan dimaksimalkan mulai dari Yankes, transportasi dan tempat pengungsian serta TNI-Polri melaksanakan trauma healing bersama instansi terkait.

“Jaga dan rawat lingkungan hidup sehingga bencana tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Sedangkan Kapolri menyampaikan pihaknya sudah mengintruksikan jajarannya untuk membantu korban banjir di Konawe Utara. Saat ini kata dia bantuan memasuki tahap rehabilitasi, baik TNI-Polri akan membantu baik infrastruktur/bantuan kemanusiaan.

“Satu sakit semua bergerak, semua masyarakat dan pemerintah berikan perhatian, kita harus punya mekakisme penanganan sehingga kejadian tidak terulang kembali,” tegas Tito.

Jenderal bintang empat ini menekankan, bahwa bencana banjir harus dicari akar masalahnya dan menjadi atensi provinsi dan pemerintah pusat. 

“Penyebab banjir karena fungsi hutan berkurang atau karena pembangunan pemukiman. Oleh karena itu penanganannya harus maksimal sehingga tata kelola lahan tidak berdampak bencana serta perlu dilakukan studi mendalam untuk penyelesaian masalah banjir di Konawe,” terangnya.

Di samping itu, Polri telah membentuk Tim Tipiter untuk mempelajari dan memberikan solusi penyelesaian masalahnya. 

Dalam kunjungannya, Kapolri dan Panglima meninjau tempat pengungsian di Desa Wanggudu dan posko trauma healing anak anak korban bencana banjir.

Selain melakukan dialog, Kapolri dan Panglima juga memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak yang menjadi korban bencana. 

“Siapa yang mau jadi tentara?, siapa yang ingin menjadi pilot?” Tanya Panglima TNI. Kemudian seluruh anak-anak menjawab dengan gembira dan mengacungkan tangan. 

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan posko kesehatan dan tenda pengungsi bencana banjir serta memberikan bantuan secara simbolis. (*)