Respons Gubernur Banten soal Aria Wangsakara Jadi Pahlawan Nasional

infobanten.id |

Raden Aria Wangsakara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2021. Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan bahwa itu adalah penghargaan pada perjuangan tokoh-tokoh Banten selama masa kesultanan Islam.

“Saya sebagai gubernur bersyukur kepada Allah SWT bahwa bentuk penghargaan ini kan suatu hasil perjuangan dari orang tua-orang tua kita dengan dengan semangat luar biasa,” kata Wahidin, Rabu (10/11/2021).

Perjuangan Kesultanan Banten dalam melawan kompeni Belanda katanya bahkan sampai harus berjuang ke daerah Jawa bagian tengah. Termasuk ke Sukabumi dengan berjalan kaki melakukan perlawanan ke penjajah.

Wangsakara sendiri, Wahidin melanjutkan, adalah orang yang memperjuangkan penamaan kerajaan Banten menjadi kesultanan Islam. Wangsakara berangkat sebagai diplomat yang diutus Sultan Abul Mafakhir pemimpin di Arab.

“Dari sepak terjang memang pantas mendapatkan penghargaan itu,” ujarnya.

Daerah tempat tinggal Wangsakara di Lengkong Tangerang, saat ini telah menjadi pusat pengembangan dan menghasilkan ahli kaligrafi kenamaan Indonesia bahkan dunia. Di sana juga ada makam Wangsakara yang menurut ahli waris akan dirapikan bersama.

“Memang kemarin sepakat dengan ahli waris, kita rapikan saja,” ucap Wahidin.

Menurut Wahidin, ahli sejarah pernah bercerita, di Lengkong itu katanya adalah keturunan dari Wangsakara yang rata-rata ahli kaligrafi atau seni menulis indah.
Kemudian ada di daerah Tanara yang melahirkan ulama-ulama terkenal di daerah situ. Salah satunya bahkan Ma’ruf Amin.

“Yang kedua di Tanara, Ibu Maimunah itu jatuhnya ke Ma’ruf Amin. Itu pra kiai di (daerah) situ muncul,” kata Wangsakara.

Salah satu istri Wangasakara juga ada yang berasal dari Kesultanan Banten dari garis sepupu Sultan Ageng Tirtayasa. Waktu kecil, ia juga sering mendapatkan cerita mengenai perjuangan dari Wangsakara yang melekat sebagai pahlawan perjuangan melawan kompeni di Tangerang.

( Red/source/Detiknews )