
infobanten.id | Kab. Serang. Meningkatkan pelayanan kebencanaan dengan mengoptimalkan esensi program pencegahan, kesiapsiagaan dan laboratorium, penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran, serta sarana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang berencana akan menambah pos pemadam kebakaran guna memaksimalkan penanganan jika terjadi kebakaran di wilayah setempat.
Dibawah komando Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma S.E M.M , penambahan pos pemadam kebakaran di sejumlah titik di wilayah Kecamatan di Kabupaten Serang sebagai bagian dari upaya memaksimalkan penanganan kebakaran di Bantul, karena melihat potensi kerawanan bencana tersebut yang tinggi.
Nana menyebut, Kabupaten Serang yang memiliki 29 kecamatan dengan kondisi sisi kerawanan bencana kebakaran cukup tinggi. BPBD Kabupaten serang ingin membuat wilayah Kabupaten Serang nyaman karena penanganan pemadaman kebakaran sudah ada standard pelayanan minimal.
“Penambahan pos pemadam kebakaran menjadi agenda yang akan dilakukan, kerawanan bencana kebakaran cukup tinggi. Beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Serang memiliki kondisi geografis yang butuh waktu lama ditempuh jika hanya di tempatkan beberapa pos seperti saat ini” Ungkap Nana kepada infobanten.id usai menggelar agenda HUT pemadam kebakaran ke 103 di Mako Damkar Kabupaten Serang yang berlokasi di Cimuncang, Kota Serang, Selasa (22/3).
Nana menjelaskan, saat ini Damkar Kabupaten Serang memiliki 4 sektor pemadam kebakaran yang berada di Kecamatan Anyar, Petir, Tirtayasa, dan Jawilan. Keberadaan 4 sektor pemadam kebakaran yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan.
“Saat ini baru tersedia 4 sektor dan 1 markas komando, kedepan semoga bisa segera terealisasi 29 pos bisa dibentuk. Kemudian damkar Kabupaten Serang akan memiliki 29 pos, 4 sektor dan 1 markas komando,” ungkapnya.
Nana menambahkan, semakin hunian dan penduduk meningkat maka tingkat kerentanan kebakaran semakin tinggi. “Maka mau tidak mau pemerintah daerah melalui pemadaman kebakaran untuk menghalau segala kerentanan yang terjadi. Maka pos pemadam kebakaran harus diperbanyak,” jelasnya.
Nana juga menyampaikan, selain kebutuhan sarana dan prasarana, pihaknya juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM), dikarenakan luasnya wilayah Kabupaten Serang. Penambahan personel juga dibutuhkan karena ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di BPBD Kabupaten Serang masih kurang.
“Personil non PNS 230-an, tapi itu masih kurang kalau kita bicara tentang pos-pos Damkar, karena satu pos itu harusnya sekitar 20 orang.
“Kita masih perlu menambah banyaknya sumber daya manusia dan relawan, kalau sistem untuk menangani bencana sudah efektif,” ujarnya.
Langkah yang diingingkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang di respon cepat Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. Bupati Serang yang juga hadir di lokasi HUT Damkar ke 103 mendukung terkait rencana penambahan pos-pos damkar tersebut.
“Pos-pos BPBD mestinya diperbanyak jika kondisi yang dilaporkan demikian, tidak hanya ada di satu titik saja. Hal itu guna mempercepat layanan BPBD, dalam menangani daerah terdampak bencana hingga ke pelosok,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di lokasi yang sama kepada infobanten.id.
Tatu menambahkan, untuk responsif time BPBD Kabupaten Serang rata-rata membutuhkan waktu 6-7 menit, sedangkan untuk Damkar yang membutuhkan waktu 15-16 menit itu terkendala jarak lokasinya dan hal Ini akan menjadi evaluasi kedepan . (Advertorial)


































