Tangerang Dominasi Investasi Banten 2025, Pemprov Siapkan Strategi Pemerataan dan Hilirisasi

.

infobanten.id | Serang – Kabupaten Tangerang menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di Provinsi Banten sepanjang 2025 dengan nilai mencapai Rp37,62 triliun atau sekitar 28,9 persen dari total investasi daerah. Capaian ini menegaskan posisi Kabupaten Tangerang sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Banten.

Pemerintah Provinsi Banten menilai capaian tersebut sebagai indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor sekaligus keberhasilan dalam membangun iklim investasi yang kondusif.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten menyampaikan bahwa tingginya realisasi investasi di Kabupaten Tangerang tidak terlepas dari kesiapan kawasan industri, dukungan infrastruktur, serta kemudahan layanan perizinan.

“Ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif. Kabupaten Tangerang menjadi lokomotif, sekaligus contoh praktik baik bagi daerah lain,” ujarnya.

Namun demikian, Pemprov Banten juga menyoroti perlunya pemerataan investasi agar tidak terpusat di satu wilayah.

“Konsentrasi investasi menunjukkan daya saing daerah, tetapi di sisi lain kami harus memastikan distribusi investasi lebih merata agar manfaatnya dirasakan seluruh wilayah Banten,” katanya.

Untuk itu, Pemprov Banten mendorong pengembangan kawasan industri baru di wilayah potensial, peningkatan konektivitas infrastruktur, serta promosi investasi berbasis potensi unggulan daerah.

Inovasi Layanan Diperkuat

Dalam meningkatkan kemudahan berusaha, Pemprov Banten melalui DPMPTSP terus menghadirkan inovasi pelayanan. Salah satunya melalui program POLI Perizinan (Mobil Pendampingan On The Spot Layanan Terintegrasi).

Program ini menghadirkan layanan jemput bola langsung ke lokasi usaha masyarakat, mulai dari pasar hingga sentra UMKM, guna mempermudah pengurusan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Melalui POLI Perizinan, kami memastikan pelayanan tidak hanya berbasis kantor, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. Ini bagian dari implementasi ‘Banten Ramah’ dan ‘Banten Melayani’,” jelasnya.

Selain itu, penguatan layanan digital melalui sistem OSS berbasis risiko juga terus dilakukan guna mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan.

Fokus Kualitas dan Sektor Masa Depan

Ke depan, Pemprov Banten menegaskan bahwa arah kebijakan investasi tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai, tetapi juga kualitas investasi.

Investasi yang didorong adalah yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta berkelanjutan.

Sejumlah sektor yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru antara lain industri hijau, ekonomi digital, logistik, serta pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Banten memiliki keunggulan strategis dan potensi besar. Kami mengundang investor untuk berinvestasi dengan jaminan kemudahan, kepastian, dan dukungan penuh dari pemerintah,” tutupnya. (Adv)