
.
infobanten.id | SERANG – Pemerintah Provinsi Banten kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Kali ini, Provinsi Banten dipercaya oleh Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste sebagai rujukan dalam pengelolaan pembangunan infrastruktur jalan strategis.
Sebanyak 22 peserta dari Project Management Unit (PMU) Highway Suai–Natarbora Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor Leste mengikuti program peningkatan kapasitas yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Banten selama hampir satu bulan, mulai 1 hingga 27 Juli 2026.
Gubernur Banten Andra Soni menerima langsung kunjungan delegasi Timor Leste yang dipimpin Wakil Duta Besar Domingus Savio bersama jajaran PMU Highway Suai–Natarbora di Kota Serang.
Andra Soni menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Timor Leste dengan memilih Banten sebagai lokasi pembelajaran manajemen proyek pembangunan infrastruktur.
“Provinsi Banten menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Timor Leste yang memilih daerah ini sebagai lokasi pembelajaran infrastruktur,” ujar Andra, Minggu 5 Juli 2026.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antardaerah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang infrastruktur.
Selama pelatihan, para peserta akan mempelajari berbagai materi yang difasilitasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, mulai dari teknik pembangunan jalan dan jembatan, pengujian material konstruksi, hingga tata kelola administrasi proyek.
Koordinator PMU Highway Suai–Natarbora, Miguel Marques De Jesus Monteiro, mengatakan Banten dipilih karena dinilai memiliki pengalaman pembangunan yang relevan dan dapat menjadi referensi bagi Timor Leste.
“Banten merupakan provinsi yang berkembang sejak berdiri pada tahun 2000. Pengalaman tersebut menjadi referensi yang sangat baik bagi kami dalam membangun dan mengelola proyek infrastruktur di Timor Leste,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan memastikan seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan intensif dari para tenaga ahli selama pelatihan berlangsung.
“Kami akan memberikan pelayanan secara optimal kepada seluruh peserta melalui pendampingan dari tenaga ahli. Kegiatan ini menjadi kehormatan bagi Provinsi Banten karena dipercaya sebagai tempat belajar pembangunan infrastruktur,” ujar Arlan.
Kepercayaan dari Timor Leste ini menjadi pengakuan atas kapasitas dan pengalaman Pemerintah Provinsi Banten dalam mengelola pembangunan infrastruktur. Selain memperkuat kerja sama internasional, program tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan. (*)



































