Dinas PUPR Kabupaten Serang Fokus Program Penanganan Banjir

infobanten.id | Kab. Serang – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) terus bekerja maksimal menuntaskan penanganan masalah banjir di Kabupaten Serang. DPUPR Kabupaten Serang memaksimalkan koordinasi untuk pemetaan yang juga melibatkan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Moch Ronny Natadipraja menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah membuat master plan dalam rangka pencegahaan sekaligus mengentaskan banjir.

Menurutnya, formula dalam mengatasi banjir di Kabupaten Serang, akan dibangun drainase terintegrasi. Mengingat, persoalan utama banjir yang kerap terjadi disebabkan oleh dua faktor, yakni luapan sungai Ciujung dan sistem drainase yang kurang baik.

“Untuk penanganan banjir sudah kita lakukan pembuatan drainase terintergasi, membuat embung, biopori, sumur serapan, normalisasi sungai bahkan sampai pengangkutan sampah di sungai,” ungkap Ronny kepada infobanten.id di ruang kerjanya belum lama ini.

Ditahun 2022 ini, DPUPR Kabupaten Serang tengah melakukan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan untuk pengendalian mengurangi permasalahan banjir, yaitu pembangunan drainase, peil banjir, normalisasi sungai, pembuatan sumur resapan, penampung air hujan, sumur resapan, pendataan bangunan diar di sempadan sungai, serta peningkatan sarana evakuasi.

Ronny menambahkan penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Semua harus terintegrasi dari semua aspek, seperti aspek sosial budaya masyarakat. Selain itu, masyarakat juga harus paham dan juga harus ada kepedulian.

“Masyarakat juga harus peduli, Jangan hanya mengandalkan bangunan yang di bangun oleh pemerintah. Penanganan banjir harus dilakukan terintegrasi oleh semua aspek,” paparnya.

Permasalahan banjir bukan sepenuhnya salah cuaca melainkan karena kekurangan tata kelola ruang yang baik. Maka dari itu, sosialisasi terhadap masyarakat perlu untuk dilakukan.

Ia menjelaskan, persoalan banjir menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Serang maupun Pemerintah Pusat. Pemerintah Pusat yang telah menjalankan kegitan pembuatan tanggul di sepanjang sungai Ciujung. Program itu bertujuan agar lupan air tidak sampai ke pemukiman warga.

Master plan penanganan masalah banjir pun telah ditindak lanjuti melalui Peraturan Bupati (Perbup) Serang. Hal itu agar penanganan banjir terencana dengan program yang dijalankan penanganan jelas dari tahun ke tahun, hingga banjirnya tidak ada.

“Dalam hal pembangunan drenaise, upaya ini juga telah dilakukan dan tengah dimaksimalkan sebagai langkah Pemerintah Kabupaten Serang untuk meminimalisir bencana banjir,” Ronny menambahkan.

Ia sadar betul bahwa dalam menangani masalah banjir tidak dapat ditangani oleh Pemerintah saja. Harus ada keterlibatan masyarakat selaku pelaku dari pelaksanaan program penanggulangan serta peduli terhadap pemeliharaan sungai.

“Harapannya masyarakat sadar bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Penanganan banjir harus diawali kepedulian masyarakat dalam memelihara salah dan insfratuktur yang ada. Dan tidak membiasakan budaya buang sampah ke sungai,” tukasnya. (Advertorial)