Distan Kabupaten Serang Fokus Kembangkan Domba dan Kambing

infobanten.id | Kabupaten Serang .  Dinas Pertanian Kabupaten Serang ditahun 2022 ini tengah fokus mengembangkan kawasan ternak domba dan kambing guna mendukung swasembada daging selain juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pengembangan ternak domba dan kambing tersebut diharapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banten umumnya khususnya di Kabupaten Serang. Selama ini, permintaan domba dan kambing untuk keperluan qurban dipasok dari luar daerah, seperti Cianjur dan Garut Provinsi Jawa Barat.

Karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Kepala Dinas Zaldi Dhuhana SP.MPP.MT dan Sekretaris Dinas Yuli Saputra, S.Tp, M.M bersinergi dengan DPC Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Serang  untuk meningkatkan hasil ternak di wilayah Kabupaten Serang

Sebab, selama ini kabupaten Serang masih kekurangan domba dan kambing. Sehingga masih banyak kekurangan untuk domba dan kambing.

“Hampir 80 persen kita mengambil ternak kambing dan domba dari Jawa Barat dan Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung. Artinya tidak banyak membibitkan domba dan kambing, jadi stok nya sangat kurang, Ini menjadi perhatian HPDKI untuk peternak domba dan kambing di kabupaten Serang,” jelas Zaldi kepada infobanten.id beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Zaldi menjelaskan, bahwa pihaknya bersama HPDKI kabupaten Serang inipun telah dilakukan pelatihan dan pendampingan secara gratis.

“Harapannya proses pembibitan domba dan kambing bisa banyak dapat teratasi, tidak lagi mengambil domba dan kambing dari daerah lain,” ucapnya.

Zaldi mengaku, saat ini pun hampir di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Serang sudah ikut serta menjadi peternak domba dan kambing, ada sekitar sebanyak 100 peternak yang tergabung dalam HPDKI kabupaten Serang.

“Yang paling banyak peternak domba dan kambing di daerah Pamarayan, Cikeusal, Ciomas dan Cinangka,” jelasnya.

Selain itu, kata Zaldi, untuk mengembangkan komuditas peternak domba dan kambing, pihaknya bekerjasama dengan beberapa institusi antara lain dengan Pusat Penelitian Pengembangan Peternakan.

Yang menariknya, dalam peternakan domba dan kambing tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan lahan yang sedikitpun sudah bisa beternak domba dan kambing.

“Artinya dengan lahan sedikit sudah bisa beternak domba dan kambing,  yang terpenting usaha ternak memilih bibit yang baik dan bagus, sehingga hasilnya pun akan bagus,” terangnya.

Sebab itu, dengan pelatihan dan pendampingan ini pihaknya berharap kedepan tugas HPDKI tidak lagi mengambil ternak domba dan kambing dari luar daerah. Hal itupun mempunyai alasan tertentu antara lain proses karantina yang berat banyak domba dan kambing yang sakit sampai mati.

Kemudian biaya produksi ongkos yang mahal. “Kalau ternak domba dan kambing di kabupaten Serang banyak, otomatis bisa meningkatkan kesejaheraan peternak di Kabupaten Serang,” harapnya. (Advertorial)