
.
infobanten.id | Serang – Sebagai bentuk dukungan nyata Polda Banten dan Polres Serang menyerahkan bantuan berupa bibit jagung, pupuk, dan pestisida kepada kelompok tani dan menggelar panen raya jagung Hibrida di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Kamis (20/02).
Dalam sambutannya Kapolda Banten menjelaskan Pertanian merupakan sektor yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, program seperti panen raya ini harus terus dikembangkan agar hasil pertanian semakin meningkat dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Panen jagung Hibrida dilakukan di lahan seluas 10 hektar dengan perkiraan hasil sekitar 8 ton per hektar. Selain itu, kita juga melakukan penanaman benih jagung di lahan seluas 6 hektar yang merupakan milik Bapak Rudi Kuncoro,” tutur Kapolda Banten.
Di tempat yang sama, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengatakan panen raya jagung ini sebagai bukti komitmen Polres Serang dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam swasembada pangan.
Kapolres menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani yang telah mendukung program Asta Cita Swasembada Pangan hingga terlaksana panen raya jagung.
Kapolres berharap panen raya jagung perdana di lahan 10 hektar ini dijadikan motivasi untuk mengembangkan lahan pertanian lebih luas lagi.
“Panen raya jagung ini menjadi bukti dari komitmen Polres Serang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Saya mengapresiasi kepada kelompok tani Desa Mekarbaru yang telah sukses melaksanakan panen raya sesuai target kurang dari 4 bulan,” kata Kapolres.
Condro juga menjelaskan usai panen raya, juga akan dilakukan penanaman kembali bibit jagung. Untuk penanaman bibit jagung yang kedua ini, lahan yang disiapkan bertambah 6 hektar, sehingga total lahan menjadi 16 hektar.
“Sesuai permintaan dari kelompok tani yang telah menyiapkan lahan tambahan lahan seluas 6 hektar, kami telah menyiapkan seluruh bantuan yang dibutuhkan kelompok tani,” kata mantan Kasubdit Tipidter dan Indag Ditreskrumsus Polda Banten.
Bantuan yang diberikan berupa bibit jagung sebanyak 100 kg, urea 2,5 ton, NPK 2,5 ton, pupuk organik 1 ton, pembasmi gulma 90 botol, pembasmi hama 50 botol dan 20 kg, serta alat tanam jagung (corn seeder). (*)































