
infobanten.id | Kab. Serang – Sesuai instruksi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi kabupaten Serang menjalankan program untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang menngerti prinsip-prinsip dasar menjahit pakaian tata busana dan mengaplikasikannya secara praktis untuk para konsumen dalam rangka memenuhi kebutuhan industri busana.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang berupaya meningkatkan kecakapan keterampilan masyarakat. Hal itu dilakukan dengan akan menggelar pelatihan menjahit berbasis kompetensi.
Kepala Bidang, Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Sofian Hadi mengatakan Pelatihan tersebut merupakan wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kecakapan keterampilan. Khususnya usia produktif untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Serang.
Selain itu, dikatakan Sofian, rencana peningkatan kecakapan keterampilan masyarakat tersebut juga sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang diemban Disnakertrans Kabupaten Serang, yakni pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya membuka peluang ketersediaan tenaga kerja.
“Ada 16 orang yang ikut pelatihan menjahit selama 20 hari, selain pelatihan mereka juga dibekali uang saku seperti tahun sebelumnya,” ujar Sofian kepada infobanten.id di ruang kerjanya belum lama ini.
Lebih lanjut Sofian menjelaskan, sebelum pihaknya berencana ada sebanyak 6 paket yang terdiri dari 2 paket pelatihan otomotif dan 4 paket pelatihan menjahit. Namun dikarenakan adanya penyesuaian refocusing imbas covid-19, kegiatan yang berasal dari APBD menjadi 4 paket pelatihan menjahit.

“Karena direfocusing 2 paket kita hilangkan. Mudah mudahan 4 paket semua nya pelatihan menjahit ini bertahan sampai akhir. Karena ini kegiatan prioritas program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS),” terangnya.
Pelatihan menjahit kali ini dikhususkan ibu-ibu untuk usia produktif usia 17 sampai 35 tahun. Akan tetapi kembali kepada kemauan atau keinginan masyarakat untuk mengikuti pelatihan menjahit. “Dari 16 orang yang ikut pelatihan ini usi 17 sampai 35 tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan keinginan tergantung dari kemaunan masyarakat,” terangnya.
Dengan pelatihan menjahit, pihaknya berharap penyerapan tenaga kerja khususnya ke wirausaha. Sehingga bisa membuka usaha menciptakan lapangan kerja sendiri dengan kemampuan yang dimiliki seperti menjahit

“Setidaknya dengan pelatihan menjahit mereka ada keterampilan tambahan khususnya keterampilan menjahit sehingga bisa mengurangi angka pengangguran,” harapnya.
Untuk itu Disnakertrans Kabupaten Serang berharap kepada warga khususnya para pemuda yang belum bekerja atau yang masih menganggur, untuk membekali keterampilan yang diberikan pada pelatihan tersebut.
Diketahui, sebelumnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Serang sudah melaksanakan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan otomotif, tata boga, menjahit dan pelatihan las listrik, tergantung dari keinginan masyarakat. ( Advertorial )


































