
.
infobanten.id | Cilegon – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan 69 kapal untuk menghadapi lonjakan pemudik di Pelabuhan Merak pada Lebaran 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik dan menghindari kepadatan yang berlebihan di pelabuhan.
Berdasarkan tren tiga tahun terakhir, puncak kepadatan di Pelabuhan Merak diperkirakan terjadi antara H-5 hingga H-1 Lebaran. Pada periode tersebut, mayoritas pemudik tiba di pelabuhan pada dua rentang waktu, yaitu pukul 20.00 hingga 02.00 dan pukul 05.00 hingga 11.00.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk mempercepat arus kendaraan. “Kami telah menyiapkan strategi bongkar tanpa muat untuk mempercepat arus kendaraan dan mengurangi antrean di pelabuhan,” ujarnya pada Minggu (9/3/2025).
Strategi bongkar tanpa muat akan diterapkan untuk mengurangi waktu sandar kapal di dermaga. Dengan cara ini, kapal yang tiba dapat langsung membongkar kendaraan tanpa menunggu proses muat ulang, sehingga pergerakan kendaraan menjadi lebih cepat.
Sebagai langkah antisipatif tambahan, ASDP akan memanfaatkan Pelabuhan Indah Kiat jika terjadi kepadatan ekstrem. Pelabuhan ini akan difungsikan sebagai alternatif untuk mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Merak.
Selain itu, buffer zone di Jalan Lingkar Selatan (JLS) telah disiapkan sebagai kantong parkir tambahan. Fasilitas ini akan digunakan untuk menampung kendaraan yang belum mendapatkan jadwal penyeberangan guna mencegah penumpukan di area pelabuhan.
ASDP juga telah meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk mengatur lalu lintas di sekitar Pelabuhan Merak. Pengamanan dan pengaturan arus kendaraan menjadi prioritas agar pemudik dapat menyeberang dengan lebih lancar.
“Sistem e-ticketing Ferizy tetap diberlakukan untuk memastikan bahwa hanya kendaraan dengan tiket yang telah terkonfirmasi yang dapat memasuki area pelabuhan. Hal ini diharapkan dapat menghindari antrean kendaraan yang tidak memiliki tiket resmi,” tambahnya.
ASDP mengimbau pemudik untuk melakukan pembelian tiket secara online jauh-jauh hari agar dapat menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan yang tersedia. Dengan cara ini, pemudik tidak perlu menunggu terlalu lama di pelabuhan.
Untuk meningkatkan kenyamanan, ASDP juga menyiapkan fasilitas tambahan di sekitar pelabuhan, seperti area istirahat, layanan kesehatan, serta posko informasi yang dapat membantu pemudik selama perjalanan mereka.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, ASDP optimistis dapat mengelola arus mudik dengan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan kebijakan ini dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
ASDP mengajak seluruh pemudik untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan dan selalu memantau informasi terbaru mengenai jadwal penyeberangan. Kesadaran dan kesiapan dari para pemudik menjadi faktor penting dalam kelancaran mudik Lebaran tahun ini. (*)

































