
.
infobanten.id | Serang . Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus mematangkan percepatan Program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), program strategis nasional bantuan Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH). Upaya ini dilakukan sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah secara modern dan berkelanjutan, mengingat persoalan sampah telah menjadi isu nasional yang mendesak.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Jawa Tengah, dipimpin oleh Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Sekda Zaldi Dhuhana, Asisten Daerah II Febrianto, serta sejumlah kepala OPD. Rombongan diterima langsung Sekda Surakarta Budi Murtono dan Sekretaris DLH, Urip Jarmiko. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi mengenai pola kolaborasi pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah bersama pihak ketiga.
Studi tiru berlanjut pada Jumat, 24 Oktober 2025, ke TPA Benowo Surabaya, yang dikenal sebagai salah satu lokasi percontohan nasional pengolahan sampah menjadi listrik melalui teknologi PLTS. TPA seluas 37,4 hektare tersebut dikelola oleh PT Sumber Organik, yang menyambut rombongan dan mengajak langsung meninjau mesin Gasifikasi sebagai alat utama pembangkit listrik tenaga sampah.
Menurut Wabup Najib, baik Surakarta maupun Surabaya menerapkan pola kerja sama yang relatif serupa, yakni pemanfaatan bioteknologi yang didukung kontribusi pemerintah daerah dalam penyediaan sampah harian minimal 1.000 ton.
“Di Solo pola kerjasamanya fifty-fifty dengan pihak ketiga, sedangkan di Surabaya PLTS sudah berjalan dan menghasilkan listrik dengan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari,” ujarnya.
Najib menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemkab Serang untuk menuntaskan persoalan sampah melalui pembangunan PSEL sebagai solusi hilir.
Meski PSEL disiapkan sebagai solusi utama, Najib menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat tetap menjadi fondasi penting. Melalui edukasi, penguatan bank sampah, serta pemilahan dari hulu hingga hilir, masyarakat diharapkan menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Ini kerja kolektif. Kita semua harus gotong royong,” tegasnya. Pemkab Serang menargetkan pembangunan PSEL mulai berjalan pada tahun 2026 berlokasi di Desa Angsana, Kecamatan Mancak. Pemda juga akan menyiapkan sarana pendukung untuk memantapkan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari.
Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, mengungkapkan bahwa persiapan lahan, tata ruang, dan rencana anggaran pendukung sudah bergerak. Tahun ini bahkan direncanakan pembelian lebih dari 40 armada truk sampah sebagai persiapan operasional PSEL di masa mendatang.
“Kami pastikan ketika PSEL siap beroperasi di 2028 atau 2029, Kabupaten Serang sudah siap menyetorkan sampah,” ujarnya.
Dengan adanya potensi penggabungan sampah dari Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, Zaldi memastikan pasokan harian untuk PSEL akan aman bahkan melebihi target minimal.
Plt Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana, menilai TPA Benowo bukan hanya tempat pembuangan sampah, melainkan sudah menyerupai industri energi berbahan baku sampah. Ia optimistis konsep serupa dapat diterapkan di Kabupaten Serang.
Saat ini, Kabupaten Serang mampu menghasilkan sekitar 1.030 ton sampah per hari, sehingga ketersediaan bahan baku untuk PSEL dinilai sangat mencukupi. (ADV)



































