Polres Serang Kota Amankan Pelaku Perdagangan Orang

Polres Serang Kota, Polda Banten telah mengamankan dua orang tersangka N (50) dan R (35) terduga pelaku Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO).

infobanten.id | Polres Serang Kota, Polda Banten telah mengamankan dua orang tersangka N (50) dan R (35) terduga pelaku Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO).

“Dua orang ini sudah dijadikan tersangka. Akan kita dalami, apakah ada keterlibatan orang lain,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Edhi Cahyono ditemui dikantornya, Selasa (18/02/2020).

Edhi mengatakan dua pelaku tersebut telah memberangkatkan delapan orang ke Arab Saudi dalam dua bulan terakhir. Padahal, berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) RI nomor 260 tahun 2015, tertanggal 26 Mei 2015, mengenai pengiriman tenaga kerja ke Timur tengah sudah di tutup.

Edhi mengungkapkan R dan N telah melakukan aksinya dalam dua bulan terakhir. Seluruh orang yang diberangkatkan ke Arab Saudi, bekerja di majikan yang sama. Dimana, delapan orang sudah bekerja sebagai PRT dan empat lainnya belum sempat diberangkatkan, lantaran berhasil ditangkap terlebih dahulu oleh Polres Serang Kota.

“Pengakuan (pelaku, delapan orang yang dikirim) bekerja di majikan yang sama,” terangnya.

N dan R yang merupakan warga Kabupaten Serang, ditangkap pada Sabtu, 15 Fabruari 2020 lalu di daerah Walantaka, Kota Serang, Banten. Keduanya di ancam pasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat 1, Undang-undang (UU) RI nomor 22 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan ancaman pidana paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun kurungan penjara, serta denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Kemudian Pasal 81 UU RI nomor 18 tahun 2017, tentang perlindungan pekerja migran. Ancaman penjara menanti N dan R dengan paling lama 10 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Kemudian Pasal 86 huruf b UU RI nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia, dengan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar,” jelasnya. (*)